10 Ribu Warga Hadiri Apel Siaga Kamtibmas, Jaga Jakarta untuk Indonesia
Warga Siaga Jaga Jakarta!
JAKARTA, Matanews — Lebih dari 10 ribu elemen masyarakat menghadiri Apel Siaga Kamtibmas yang digelar Polda Metro Jaya dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah. Dalam kegiatan tersebut, Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Asep Edi Suheri, menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh unsur masyarakat demi menjaga stabilitas keamanan ibu kota.
Elemen yang hadir mencerminkan spektrum luas masyarakat Jakarta: jajaran organisasi kemasyarakatan (ormas), organisasi kepemudaan (OKP), serikat buruh, pelajar, Saka Bhayangkara, pengemudi ojek online, Pokdar Kamtibmas, Satkamling, hingga komunitas nelayan dan satuan pengamanan.
“Kegiatan ini sebagai upaya memperkuat kolaborasi dan sinergi dalam mewujudkan komitmen bersama agar wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya tetap aman, tertib, damai, dan kondusif,” ujar Asep dalam sambutannya.

Komitmen Kolektif Sambut Ramadhan
Kapolda menekankan bahwa esensi Apel Siaga Kamtibmas adalah meneguhkan komitmen kolektif seluruh elemen masyarakat untuk menciptakan kondisi keamanan yang terukur, terkoordinasi, dan berkelanjutan.
Tema yang diusung, “Jaga Jakarta untuk Indonesia”, disebutnya bukan sekadar slogan. Jakarta sebagai ibu kota dan wajah bangsa, menurut dia, harus senantiasa stabil agar aktivitas ibadah, ekonomi, dan sosial dapat berlangsung tanpa gangguan.
“Situasi kamtibmas yang kondusif hanya akan terwujud apabila kita bergerak dalam satu frekuensi, saling menjaga, saling mengingatkan, dan saling mendukung,” katanya.
Momentum menjelang Ramadhan dinilai krusial. Aktivitas masyarakat meningkat, mulai dari kegiatan ibadah, pasar musiman, hingga mobilitas malam hari. Dalam konteks itu, peran masyarakat menjadi penting sebagai mitra kepolisian.

Lima Seruan Kapolda
Dalam arahannya, Kapolda menyampaikan sejumlah langkah konkret yang dapat dilakukan masyarakat:
1. Menjadi teladan ketertiban di lingkungan masing-masing.
2. Menolak penyebaran hoaks, provokasi, ujaran kebencian, dan ajaran kekerasan.
3. Mengedepankan musyawarah serta komunikasi yang menyejukkan.
4. Mengaktifkan kewaspadaan lingkungan melalui Satkamling dan Pokdar Kamtibmas.
5. Segera melaporkan potensi gangguan kamtibmas melalui kanal resmi kepolisian.
Asep juga mengingatkan pentingnya etika di ruang digital. Ia meminta masyarakat menyaring informasi sebelum membagikannya, terutama menjelang bulan suci, ketika sentimen sosial kerap meningkat.

Jakarta dan Tanggung Jawab Bersama
Kapolda menegaskan kekuatan Jakarta tidak hanya terletak pada infrastruktur fisik, tetapi pada karakter warganya. Kehadiran ribuan peserta apel disebutnya sebagai bukti nyata komitmen menjaga ketertiban lingkungan.
“Hari ini kita menunjukkan bahwa Jakarta tidak berjalan sendiri. Ada ribuan orang siap menjadi penguat ketertiban di lingkungannya masing-masing,” ujar dia.
Ia mengajak masyarakat menjadikan Ramadhan sebagai momentum menghadirkan keteduhan sosial secara nyata di kampung, di jalan, di tempat kerja, hingga di ruang digital.
Menurutnya, ketika masyarakat kompak, potensi gangguan akan mengecil sebelum membesar, perselisihan dapat diselesaikan sebelum meluas, dan rasa aman lebih cepat dirasakan.

Stabilitas sebagai Wajah Bangsa
Menjelang Ramadhan 1447 Hijriah, Polda Metro Jaya memastikan kesiapsiagaan aparat akan terus diperkuat melalui patroli, pengawasan titik rawan, serta koordinasi lintas elemen masyarakat.
“Semoga Ramadhan membawa berkah untuk kita semua dan Jakarta senantiasa dalam keadaan aman, tertib, damai, dan kondusif,” kata Asep menutup sambutannya.
Apel Siaga Kamtibmas tersebut menjadi penanda bahwa pengamanan ibu kota bukan semata tanggung jawab aparat, melainkan kerja kolektif warga Jakarta dalam menjaga harmoni sosial di tengah dinamika perkotaan yang kian kompleks. (Wly)






