100 Tahun Hidup, Satu Pesan Mengguncang Polri!
Pesan Eyang Meri, Polisi Harus Berintegritas
JAKARTA, Matanews — Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan pesan mendalam almarhumah Meriyati Roeslani Hoegeng atau Eyang Meri, istri mantan Kapolri Jenderal Polisi (Purn) Hoegeng Iman Santoso, yang dinilainya menjadi amanah moral bagi seluruh keluarga besar Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Pesan itu disampaikan Sigit usai mengikuti prosesi pemakaman Eyang Meri. Menurutnya, semasa hidup, Eyang Meri secara konsisten menitipkan nasihat tentang pentingnya integritas dan keteladanan bagi setiap insan Bhayangkara.
“Beliau selalu berpesan di setiap acara kami, jadilah polisi yang baik, memiliki integritas, dan polisi yang bisa melindungi dan mengayomi,” kata Sigit di Jakarta, Rabu (4/2/2026).

Sigit mengungkapkan, pesan tersebut kembali terasa kuat saat dirinya melayat ke rumah duka. Pada kesempatan itu, keluarga memutarkan rekaman suara Eyang Meri yang berisi pesan terakhirnya kepada institusi Polri.
“Bahkan tadi malam kami dengarkan langsung suara beliau yang direkam oleh Mas Rama, bagaimana beliau selalu menyampaikan pesan ‘jadilah contoh, jadilah teladan, dan mulailah dari dirimu sendiri’. Saya kira hal-hal tersebut tentunya menjadi spirit bagi kami keluarga besar Polri,” ujarnya.
Menurut Sigit, pesan-pesan Eyang Meri bukan sekadar nasihat, melainkan amanah yang harus terus dikumandangkan dan dijadikan pegangan bersama. Ia menyebut, almarhumah secara khusus menitipkan institusi Polri agar tetap dijaga marwah dan kepercayaannya di mata masyarakat.
“Karena setiap beliau menyampaikan, Eyang Meri di saat-saat terakhirnya selalu berpesan, ‘tolong jaga, titip institusi Polri’. Tolong jaga dan titip Polri,” ucap Sigit.
Sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan keteladanan moral yang diwariskan Eyang Meri, Sigit menyampaikan bahwa Polri telah mengajukan usulan kepada Presiden Republik Indonesia agar almarhumah dianugerahi Bintang Bhayangkara Pratama. Penghargaan tersebut diusulkan sebagai bentuk pengakuan negara atas kontribusi dan keteladanan yang memberi pengaruh besar bagi nilai-nilai integritas di tubuh Polri.
Meriyati Roeslani Hoegeng meninggal dunia pada Selasa pukul 13.24 WIB dalam usia 100 tahun setelah menjalani perawatan karena sakit. Semasa hidupnya, Eyang Meri dikenal luas sebagai sosok sederhana, tegas dalam prinsip, serta setia mendampingi Jenderal Hoegeng yang dikenang sebagai simbol integritas dan kejujuran di lingkungan kepolisian.
Eyang Meri lahir di Yogyakarta, Hindia Belanda, pada 23 Juni 1925. Ia merupakan putri dari pasangan dr. Mas Soemakno Martokoesoemo dan Jeanne Reyneke van Stuwe. Pada 1946, ia menikah dengan Jenderal Polisi Hoegeng Iman Santoso dan dikaruniai tiga orang anak.
Bagi Polri, warisan nilai yang ditinggalkan Eyang Meri dinilai akan terus hidup dan menjadi pengingat agar institusi kepolisian senantiasa berpihak pada kejujuran, keadilan, serta pelayanan kepada masyarakat.[Int]






