25 Tentara dan 30 Anggota Geng Tewas, Usai Kematian Bos Kartel di Meksiko
Bos Kartel Tewas, Meksiko Membara
MEKSIKO CITY, Matanews — Gelombang kekerasan melanda Meksiko setelah kematian gembong narkotika Kartel Generasi Baru Jalisco (CJNG), Nemesio “El Mencho” Oseguera. Sedikitnya 25 anggota militer Meksiko dan 30 anggota geng dilaporkan tewas dalam bentrokan yang menyusul kabar wafatnya tokoh kartel tersebut.
Dilaporkan kantor berita AFP, Selasa (24/2/2026), Oseguera terluka pada Minggu dalam baku tembak dengan tentara di kota Tapalpa, negara bagian Jalisco. Ia meninggal dunia saat diterbangkan ke Mexico City.
Kematian pria yang selama bertahun-tahun menjadi buronan utama itu dengan nilai hadiah hingga 15 juta dolar AS segera memicu respons brutal dari jaringan kartel di berbagai wilayah.
Jalan Diblokir, Kendaraan Dibakar
Anggota CJNG dilaporkan memblokir jalan di sedikitnya 20 negara bagian. Kendaraan dan sejumlah bangunan bisnis dibakar sebagai bentuk unjuk kekuatan dan intimidasi. Warga panik berlindung di rumah, sementara wisatawan bertahan di hotel dan resor.
Menteri Keamanan Meksiko, Omar García Harfuch, menyebut sedikitnya 25 anggota Garda Nasional tewas dalam serangkaian bentrokan.
Ia menambahkan, seorang penjaga penjara, seorang pegawai kejaksaan negara bagian, dan 30 tersangka anggota organisasi kriminal Oseguera turut tewas.
Sementara itu, Menteri Pertahanan Ricardo Trevilla mengatakan delapan tersangka anggota kartel tewas dalam operasi pasukan khusus yang bertujuan menangkap Oseguera. Tiga tentara dilaporkan mengalami luka-luka.

Situasi paling mencekam terjadi di Guadalajara, ibu kota negara bagian Jalisco. Jalan-jalan hampir kosong pada Senin. Sekolah, toko, apotek, dan pom bensin tutup. Transportasi umum dihentikan, dan seluruh acara publik dibatalkan.
Pemerintah federal mengirimkan 2.500 tentara tambahan ke Jalisco guna memulihkan keamanan. Negara bagian tersebut dijadwalkan menjadi tuan rumah empat pertandingan Piala Dunia sepak bola musim panas ini, sehingga stabilitas keamanan menjadi perhatian utama.
Kekerasan juga meluas ke kota wisata Puerto Vallarta serta negara bagian Michoacan yang bertetangga wilayah yang selama ini menjadi arena konflik antara CJNG dan koalisi kelompok kriminal saingannya.
Maria Medina, seorang pekerja pom bensin yang dibakar massa pada Minggu, mengisahkan kepanikan saat pria-pria bersenjata memerintahkan semua orang keluar dari lokasi.
“Saya pikir mereka akan menculik kami. Saya lari ke warung taco untuk berlindung bersama orang-orang di sana,” ujarnya kepada AFP.
Respons Internasional
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, belum memberikan pernyataan resmi atas kematian Oseguera. Namun, melalui platform Truth Social, ia menulis: “Meksiko harus meningkatkan upaya mereka dalam memerangi Kartel dan Narkoba!”
Pernyataan tersebut menegaskan kembali tekanan Washington terhadap Meksiko dalam isu pemberantasan narkotika dan keamanan lintas batas.
Negara Siaga Tinggi
Meski intensitas kekerasan dilaporkan mulai mereda, Meksiko tetap dalam status siaga tinggi. Aparat keamanan memperketat patroli di wilayah rawan dan memperkuat pengamanan fasilitas vital.
Kematian El Mencho menandai babak baru dalam dinamika perang melawan kartel narkotika di Meksiko. Selama lebih dari satu dekade, CJNG dikenal sebagai salah satu organisasi kriminal paling kuat dan agresif di negara itu.
Namun, sejarah menunjukkan bahwa tumbangnya satu pemimpin kartel kerap memicu perebutan kekuasaan internal dan eskalasi konflik dengan kelompok saingan sebuah siklus kekerasan yang belum menunjukkan tanda-tanda berakhir. (Slh)






