3 Sekolah Jadi Posko, Murid Cisarua Belajar Daring!

Kepala Disdik Kabupaten Bandung Barat Asep Dendih

Sekolah Dipakai Posko, Anak Tetap Belajar Online!

BANDUNG BARAT, Matanews — Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, menerapkan pembelajaran jarak jauh atau daring bagi sejumlah sekolah di wilayah Cisarua yang terdampak bencana tanah longsor. Kebijakan ini diambil menyusul pemanfaatan ruang sekolah sebagai dapur umum dan posko kebencanaan untuk mendukung penanganan darurat di lokasi bencana.

Kepala Disdik Kabupaten Bandung Barat Asep Dendih mengatakan, pengalihan metode pembelajaran dilakukan agar kegiatan pendidikan tetap berjalan meskipun fasilitas sekolah sementara difungsikan untuk kepentingan kemanusiaan.

“Untuk proses belajar mengajar kami gunakan daring, jarak jauh, terlebih dahulu karena ruang sekolah saat ini dipakai dapur umum untuk mendukung penanggulangan bencana,” kata Asep, Senin (26/1/2026)

Ia menjelaskan, kebijakan pembelajaran daring tersebut bersifat sementara dan akan disesuaikan dengan perkembangan situasi di lapangan. Disdik Bandung Barat terus berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terkait durasi penggunaan sekolah sebagai fasilitas penanganan bencana.

Posko
Kepala Disdik Kabupaten Bandung Barat Asep Dendih

“Untuk jangka waktunya, kami akan berkoordinasi dengan BPBD untuk mengetahui kapan berakhirnya penggunaan sekolah sebagai posko bencana,” ujarnya.

Menurut Asep, pemanfaatan sekolah sebagai lokasi dapur umum dan posko pengungsian dinilai sangat membantu proses penanganan bencana. Selain lokasinya yang dekat dengan wilayah terdampak, fasilitas sekolah dinilai cukup memadai untuk mendukung aktivitas kebencanaan.

“Kami sangat memperbolehkan sekolah dipergunakan untuk penanganan bencana karena paling dekat dengan lokasi dan fasilitas memadai,” katanya.

Saat ini terdapat tiga sekolah dasar di Kecamatan Cisarua yang digunakan sebagai fasilitas kebencanaan, yakni SD Karya Bakti, SD Pasirlangu, dan SD Cinta Bakti. Ketiga sekolah tersebut difungsikan sebagai dapur umum dan posko pengungsian bagi warga terdampak longsor.

Disdik Bandung Barat memastikan metode pembelajaran akan kembali disesuaikan setelah kondisi dinyatakan aman dan sekolah dapat digunakan kembali untuk kegiatan belajar mengajar secara normal.

Sementara itu, tim SAR gabungan hingga kini telah mengevakuasi 25 kantong jenazah, dengan 17 di antaranya berhasil diidentifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri. Selain korban jiwa, bencana longsor tersebut mengakibatkan lebih dari 30 rumah rusak dari total 34 kepala keluarga yang terdampak.

Jumlah pengungsi akibat bencana ini diperkirakan mencapai lebih dari 400 orang yang tersebar di sejumlah titik pengungsian di wilayah Cisarua dan sekitarnya.(Int)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *