BPS Prediksi Produksi Padi November 2025 Capai 3,2 Juta Ton

Badan Pusat Statistik (BPS) memprediksikan produksi padi nasional pada November 2025 mencapai 3,2 juta ton gabah kering giling (GKG).

BPS Prediksi Produksi Padi Terus Menanjak

JAKARTA, Matanews — Badan Pusat Statistik (BPS) memprediksikan produksi padi nasional pada November 2025 mencapai 3,2 juta ton gabah kering giling (GKG). Angka tersebut menunjukkan kenaikan sebesar 2,83 persen dibandingkan produksi padi pada November 2024.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini mengatakan, tren peningkatan produksi ini mencerminkan membaiknya kinerja sektor pertanian, terutama di tengah berbagai tantangan cuaca dan dinamika lapangan. “Produksi padi November 2025 diperkirakan mencapai 3,2 juta ton GKG, atau meningkat 2,83 persen dibandingkan November tahun lalu,” ujar Pudji di Jakarta, Senin.(5/1/2026)

BPS juga memproyeksikan potensi produksi padi pada periode Desember 2025 hingga Februari 2026 mencapai 10,81 juta ton GKG. Jumlah tersebut melonjak 32,58 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Dengan tambahan produksi di awal 2026, total potensi produksi padi sepanjang Januari hingga Desember 2025 diperkirakan mencapai 60,25 juta ton GKG, atau meningkat 13,37 persen dibandingkan capaian tahun 2024.

BPS
Badan Pusat Statistik (BPS) memprediksikan produksi padi nasional pada November 2025 mencapai 3,2 juta ton gabah kering giling (GKG).

Meski demikian, Pudji menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara dan berpotensi berubah. Faktor-faktor seperti serangan organisme pengganggu tanaman (OPT), banjir, kekeringan, serta pergeseran waktu panen petani dapat memengaruhi realisasi produksi di lapangan.

Dari sisi luas panen, BPS mencatat luas panen padi pada November 2025 mencapai 0,57 juta hektare, meningkat 3,56 persen dibandingkan November 2024. Sementara itu, potensi luas panen padi pada periode Desember 2025 hingga Februari 2026 diperkirakan mencapai 2 juta hektare, atau naik 30,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Secara kumulatif, potensi luas panen padi sepanjang Januari hingga Desember 2025 diperkirakan mencapai 11,33 juta hektare, meningkat 12,80 persen dibandingkan tahun 2024. Namun, BPS mengingatkan bahwa angka potensi tersebut juga dapat berubah seiring perkembangan kondisi lapangan, termasuk dampak bencana di sejumlah wilayah, seperti di beberapa provinsi di Sumatera Utara.

Peningkatan produksi padi tersebut tidak terlepas dari berbagai kebijakan pemerintah di sektor pertanian. Salah satunya melalui program optimasi lahan yang bertujuan meningkatkan produktivitas padi dengan menaikkan indeks pertanaman di lahan sawah eksisting, tanpa membuka lahan baru, guna memperkuat upaya swasembada beras nasional.

Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian Kementerian Pertanian Hermanto menyatakan, optimasi lahan menjadi strategi utama untuk menjaga peningkatan produksi secara berkelanjutan. Menurutnya, langkah tersebut dilakukan melalui perbaikan infrastruktur pertanian, mulai dari penyusunan Survei, Investigasi, dan Desain (SID), hingga pembangunan dan rehabilitasi tanggul, pintu air, serta jaringan irigasi dan drainase di tingkat usaha tani.

Dengan dukungan infrastruktur dan kebijakan yang tepat, pemerintah berharap produksi padi nasional dapat terus meningkat dan mampu menopang ketahanan pangan di tengah ketidakpastian iklim dan tantangan global.(Int)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *