Prabowo Pangkas 145 Aturan Pupuk, Prestasi Pertanian Bangkitkan Percaya Diri Bangsa

Presiden Prabowo Subianto menegaskan sektor pertanian menjadi contoh nyata kerja pemerintah yang berprestasi dan membanggakan

Prabowo Pangkas 145 Aturan Pupuk

BALIKPAPAN, Matanews — Presiden Prabowo Subianto menegaskan sektor pertanian menjadi contoh nyata kerja pemerintah yang berprestasi dan membanggakan, sekaligus fondasi penting bagi tumbuhnya kepercayaan diri bangsa. Keberhasilan di sektor ini, menurut Prabowo, membuktikan Indonesia mampu berdiri di atas kaki sendiri sebagai bangsa yang berdaulat.

Penegasan tersebut disampaikan Presiden saat memberikan sambutan pada peresmian Kilang Minyak Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, Senin (12/1/2026). Presiden menyebut capaian pertanian tidak sekadar soal produksi pangan, melainkan juga soal harga diri nasional.

“Saya kira harus diakui prestasi dan pekerjaan daripada tim ekonomi kita, tim pertanian kita membanggakan. Ini bukan menepuk dada, tetapi kita harus menjadi bangsa yang percaya diri dan bangga dengan prestasi kita,” ujar Prabowo.

Prabowo
Presiden Prabowo Subianto menegaskan sektor pertanian menjadi contoh nyata kerja pemerintah yang berprestasi dan membanggakan

Presiden menekankan, Indonesia tidak boleh menjadi bangsa yang rendah diri dan selalu merasa tertinggal. Di setiap bidang kehidupan, bangsa ini harus kuat, percaya diri, dan mampu bersaing dengan negara lain.

Menurut Prabowo, keberhasilan sektor pertanian merupakan buah dari kerja keras, konsistensi kebijakan, serta sinergi lintas kementerian dan lembaga sejak awal masa pemerintahannya. Target besar swasembada pangan yang semula diproyeksikan tercapai dalam empat tahun, justru mampu diwujudkan hanya dalam satu tahun.

“Saya beri target swasembada beras dalam empat tahun. Ternyata kita berhasil dalam satu tahun. Ini hasil kerja keras tim dan sinergi kabinet yang saya pimpin,” kata Presiden.

Salah satu terobosan penting yang disoroti Prabowo adalah reformasi tata kelola pupuk bersubsidi. Ia mengingatkan, selama bertahun-tahun petani menjerit akibat sulitnya memperoleh pupuk, meskipun pupuk diproduksi oleh pabrik milik negara dan disubsidi pemerintah.

“Dulu ada 145 peraturan, 11 kementerian dan lembaga, sampai 13 tanda tangan dari pabrik ke petani. Bayangkan betapa rumitnya,” ujar Presiden.

Pemerintah kemudian memangkas seluruh regulasi yang dinilai menghambat. Distribusi pupuk disederhanakan sehingga langsung dirasakan petani di lapangan.

“Sekarang cukup satu instruksi, satu tanda tangan. Petani cukup pakai KTP dan pengesahan kepala desa,” jelasnya.

Reformasi tersebut, lanjut Presiden, tidak hanya mempermudah akses pupuk, tetapi juga mencetak sejarah baru dalam kebijakan harga pupuk nasional. Untuk pertama kalinya, harga pupuk berhasil diturunkan secara signifikan.

“Kita turunkan harga pupuk 20 persen. Volume pupuk justru naik 700 ribu ton. Artinya harga terjangkau, barang tersedia,” ungkap Prabowo.

Dampak reformasi pupuk itu terlihat nyata pada sektor perberasan nasional. Presiden menyebut kondisi petani beras saat ini berada pada fase terbaik sepanjang sejarah Republik Indonesia.

“Penghasilan petani naik, nilai tukar petani dari 106 menjadi 125, tertinggi sepanjang sejarah. Cadangan dan produksi beras juga tertinggi,” kata Presiden.

Lebih jauh, Prabowo menegaskan kemandirian pangan merupakan syarat mutlak bagi sebuah negara merdeka. Ketergantungan pada pangan impor, menurutnya, bertentangan dengan prinsip kedaulatan nasional.

“Negara merdeka harus bisa menghasilkan pangannya sendiri. Tidak masuk akal negara merdeka tapi tergantung makan dari luar,” tegasnya.

Presiden menutup pernyataannya dengan menekankan bahwa keberhasilan sektor pertanian harus menjadi teladan bagi sektor lain. Reformasi berani dan keberpihakan nyata kepada rakyat, kata Prabowo, adalah kunci membangun Indonesia yang berdaulat, adil, dan sejahtera.(Int)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *