Petarung MMA Indonesia Rebut 1 Emas dan 3 Perunggu di AMMA China
Dari Oktagon China
JAKARTA, Matanews – Tim Mixed Martial Arts (MMA) Indonesia menorehkan prestasi membanggakan di pentas internasional. Dalam ajang 3rd AMMA Championships 2026 yang digelar di Luzhou, China, skuad Merah Putih sukses membawa pulang satu medali emas dan tiga medali perunggu, sekaligus menegaskan daya saing atlet MMA Indonesia di level Asia.
Medali emas disumbangkan oleh Delvi Nurfadillah, petarung andalan Indonesia di nomor Traditional MMA kelas 49 kilogram putri. Delvi tampil impresif sejak babak awal hingga partai puncak, memperlihatkan kematangan teknik serta kontrol emosi di bawah tekanan laga final.

“Momen paling menentukan terjadi di partai final ketika saya terkena takedown. Di situ saya memutuskan untuk tetap tenang dan percaya pada latihan. Saya langsung mengambil peluang untuk mengunci omoplata,” ujar Delvi dalam keterangan tertulis, Senin (19/1/2026).
Menurut Delvi, kemenangan tersebut bukan semata hasil kekuatan fisik, melainkan buah dari disiplin latihan dan kemampuan membaca situasi di dalam oktagon.
“Bagi saya, kunci kemenangan ada pada ketenangan, refleks dari hasil latihan, dan kemampuan mengambil keputusan cepat di momen kritis,” imbuhnya.

Penampilan dominan Delvi sepanjang kejuaraan juga membawanya meraih penghargaan individu Most Outstanding Athlete Award. Penghargaan tersebut diberikan kepada atlet dengan performa paling menonjol, konsisten, dan memiliki kualitas teknik terbaik selama turnamen berlangsung.
Selain emas, Indonesia juga mengamankan tiga medali perunggu. Medali tersebut masing-masing diraih oleh Vallensia Fahira Hotmauli di nomor Modern MMA 54 kilogram putri, Maydelse Sitepu di kelas Modern MMA 60 kilogram putri, serta Dwi Ani Retno Wulan di nomor Traditional MMA 54 kilogram putri.
Raihan empat medali ini menjadi sinyal kuat bahwa pembinaan MMA Indonesia berjalan ke arah yang tepat. Persaingan ketat yang dihadapi para atlet, khususnya dari negara-negara kuat Asia, justru menjadi ajang pembuktian kualitas teknik, stamina, dan mental tanding petarung Indonesia.

Keberhasilan di China juga dipandang sebagai modal penting menuju kualifikasi Asian Games 2026. Pengurus Besar Persatuan Tarung Campuran Indonesia (PB PERTACAMI) menargetkan sebanyak mungkin atlet nasional dapat lolos kualifikasi dan tampil kompetitif di ajang multi-event terbesar Asia tersebut.
PB PERTACAMI menilai capaian di AMMA Championships ini bukan titik akhir, melainkan bagian dari proses panjang pembentukan tim nasional yang solid dan berdaya saing tinggi. Sejumlah kejuaraan besar Asia lainnya telah disiapkan sebagai panggung lanjutan bagi atlet-atlet terbaik Tanah Air.
Dengan hasil ini, MMA Indonesia kembali menegaskan posisinya sebagai kekuatan yang patut diperhitungkan di Asia, sekaligus membuka harapan besar bagi prestasi lebih gemilang di Asian Games dan kejuaraan internasional mendatang. (Yor)





