Aceh Membaik Jelang Ramadhan, AHY Targetkan Infrastruktur Pulih Cepat
AHY Targetkan Infrastruktur Aceh Pulih Cepat
JAKARTA, Matanews — Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) membidik perbaikan signifikan kondisi infrastruktur di Aceh sebelum bulan suci Ramadhan yang diperkirakan jatuh pada pertengahan Februari 2026. Pemerintah, kata AHY, berupaya memastikan masyarakat tidak berlarut-larut berada dalam situasi sulit pascabencana.
“Mudah-mudahan sebelum bulan suci Ramadhan, masyarakat, saudara-saudara kita bisa lebih baik kondisinya, kehidupan sehari-harinya,” ujar AHY saat membuka acara Town Hall Meeting: Akselerasi Dekarbonisasi Transportasi di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Jakarta, Senin (26/1/2026).
AHY menegaskan kehadiran negara harus dirasakan langsung oleh masyarakat terdampak bencana, terutama melalui percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur dasar. Salah satu wujud konkret kehadiran tersebut adalah pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga yang terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh pada September 2025.

“Tiga hari yang lalu saya baru kembali setelah beberapa kali melakukan pengecekan langsung ke lapangan di Aceh Tamiang. Kondisinya sudah lebih baik dibandingkan kondisi awal pascabencana,” ujar AHY.
Menurut AHY, pemerintah berkomitmen mengawal ketat proses rekonstruksi, khususnya pada infrastruktur vital yang menopang kehidupan masyarakat. Fokus utama diarahkan pada perbaikan jalan dan jembatan, penyediaan air bersih, fasilitas kesehatan, sekolah, serta rumah ibadah.
“Tentu kita juga masih mengawal rehabilitasi dan rekonstruksi bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat,” kata dia.
Sebelumnya, AHY meresmikan sebanyak 84 unit hunian sementara yang dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU) di Aceh Tamiang pada (22/1/2026).Huntara tersebut dibangun di lahan Kompleks Perkantoran Pemerintahan Kabupaten Aceh Tamiang dan mulai ditempati oleh warga terdampak.

AHY menilai hunian sementara merupakan kebutuhan mendasar bagi korban bencana, terutama untuk memulihkan rasa aman dan stabilitas kehidupan keluarga. Ia memastikan pembangunan hunian akan terus dikawal hingga masyarakat memperoleh tempat tinggal yang layak dan permanen.
“Hunian sementara ini sangat penting sebagai jembatan menuju pemulihan penuh. Kita ingin masyarakat bisa kembali hidup dengan layak dan bermartabat,” ujarnya.
Atas arahan Presiden Prabowo Subianto, AHY menyebut pemerintah pusat bersama Kementerian PU dan kementerian terkait lainnya berada di garis depan dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Pemerintah menargetkan pemulihan infrastruktur tidak hanya bersifat darurat, tetapi juga berkelanjutan dan tangguh terhadap bencana di masa depan.(Int)




