Pesawat Smart Air Mendarat Darurat 13 Penumpang Selamat di Pantai Kaladiri Nabire
Pesawat Smart Air Mendarat Darurat
NABIRE, Matanews — Pesawat Smart Air mendarat darurat di Pantai Kaladiri, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Selasa siang. Seluruh penumpang dan awak pesawat yang berjumlah 13 orang berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat dan langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Kepala Kantor SAR Biak, Kundori, mengatakan proses evakuasi dilakukan dengan menarik badan pesawat dari tengah laut menggunakan tali. Para penumpang dan kru berdiri di atas badan pesawat selama proses penarikan berlangsung.
“Dari laporan yang kami terima, 13 orang korban sudah berhasil dievakuasi dan dilarikan ke RSUD Nabire untuk mendapatkan penanganan medis,” kata Kundori saat dikonfirmasi, Selasa (27/1/2026).

Menurut dia, setelah seluruh korban dievakuasi, badan pesawat ditarik ke tepi pantai. Selanjutnya, pesawat akan dievakuasi ke darat dengan menggunakan alat berat.
“Pesawat sudah ditarik dari tengah laut ke pinggir dan akan ditarik ke darat. Kemungkinan akan menggunakan alat berat,” ujarnya.
Kundori menyebutkan, hingga kini penyebab pendaratan darurat belum dapat dipastikan. Pihaknya masih menunggu hasil pendalaman dan pernyataan resmi dari otoritas berwenang.
“Untuk penyebabnya belum bisa kami pastikan. Kita akan menunggu pihak berwenang yang mengumumkan secara resmi,” kata dia.
Adapun 11 penumpang yang berhasil selamat adalah Yosua Maniba, Yantinus Iyai, Yunus Bastira, Baharudin Rada, Muh. Rada, Barandina Awujani, Nonce Bari, Muh. Ridho, Iwan, Maria Komboy, dan Juprianto. Sementara dua kru pesawat terdiri dari kapten pilot Tania dan kopilot Bagus.
Sebelumnya diberitakan, pesawat Smart Air jenis Caravan dengan nomor registrasi PK-SNS terbang dari Nabire menuju Kabupaten Kaimana, Papua Barat. Tak lama setelah lepas landas, pesawat diduga mengalami gangguan dan berupaya kembali ke Bandara Nabire, namun akhirnya mendarat darurat di Pantai Kaladiri. (Int)






