Banjir 70 Cm Rendam Sejumlah Perumahan di Tambun Sungai Angke
Banjir 70 Cm Lumpuhkan Permukiman Tambun
BEKASI, Matanews — Sejumlah perumahan di wilayah Tambun Sungai Angke, Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, terendam banjir dengan ketinggian air berkisar antara 30 hingga 70 sentimeter pada Selasa (27/1/2026). Banjir dipicu curah hujan tinggi yang mengguyur kawasan tersebut sejak dini hari, disertai meluapnya aliran sungai atau kali yang melintasi wilayah permukiman warga.
Wilayah terdampak meliputi Perumahan Griya Rahmani, Perumahan Leticia Mansion, Bumi Sakinah 2, serta Perumahan Villa Mutiara Mas 1 dan 2 yang berada di kawasan Tambun Sungai Angke, Pahlawan Setia, Tarumajaya. Air menggenangi rumah-rumah warga, jalan lingkungan, hingga akses utama perumahan.
Seorang warga Perumahan Leticia Mansion, Luki, mengatakan ketinggian air di lingkungannya mencapai 30 hingga 60 sentimeter. Kondisi tersebut memaksa sebagian warga mengungsi ke tempat yang lebih tinggi demi menghindari risiko keselamatan.
“Ketinggian air di Perumahan Griya Rahmani dan Leticia Mansion sekitar 30 sampai 60 sentimeter. Sejumlah warga memilih mengungsi karena air sudah masuk ke rumah,” ujar Luki saat ditemui di lokasi.
Hingga Selasa siang, banjir belum menunjukkan tanda-tanda surut. Aktivitas warga pun terganggu, terutama mobilitas menuju tempat kerja dan pusat aktivitas ekonomi. Genangan air menutup akses jalan utama perumahan dengan ketinggian bervariasi antara 30 hingga 60 sentimeter, sehingga kendaraan roda dua maupun roda empat kesulitan melintas.

Menurut Luki, meningkatnya debit air kali menjadi penyebab utama banjir yang melanda kawasan tersebut. Ia berharap pemerintah daerah segera turun tangan untuk membantu warga terdampak.
“Saya berharap ada bantuan dari pemerintah setempat untuk meringankan beban warga yang terdampak banjir,” katanya.
Kondisi serupa terjadi di Perumahan Villa Mutiara Mas 2. Salah satu warga, Ferry Wantono, menyebutkan ketinggian air di perumahannya berkisar antara 30 hingga 45 sentimeter di sejumlah titik. Ia menilai banjir kali ini lebih parah dibandingkan kejadian serupa pada 2021.
“Pada 2021, ketinggian air hanya sekitar 20 sentimeter. Sekarang lebih tinggi. Ini seperti siklus lima tahunan, banjirnya makin parah,” ujar Ferry. Ia menjelaskan, rumah warga yang sudah dilakukan pengurukan setinggi 80 hingga 100 sentimeter relatif aman dari genangan, sementara rumah yang belum diuruk terendam air hingga sekitar 30 sentimeter.
Ferry berharap pihak pengembang Perumahan Villa Mutiara Mas 2 segera membangun saluran pembuangan air yang terhubung dengan saluran lingkungan yang lebih besar. Menurut dia, keberadaan drainase yang memadai dapat mempercepat surutnya banjir dan mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
“Kalau ada saluran pembuangan yang baik, air bisa cepat surut dan ke depan perumahan tidak lagi langganan banjir,” katanya.
Selain itu, Ferry juga mengharapkan bantuan dari pemerintah setempat berupa paket sembako, makanan siap saji, obat-obatan, dan kebutuhan dasar lainnya bagi warga terdampak.
Di kawasan permukiman sekitar Masjid Attaqwa Tambun Sungai Angke, ketinggian air dilaporkan mencapai 30 hingga 60 sentimeter. Seorang warga setempat, Sa’an, mengatakan genangan air rata-rata sudah melebihi lutut orang dewasa.
“Di sekitar Masjid Attaqwa, air sekitar 50 sentimeter, sudah di atas lutut,” ujar Sa’an.
Dampak banjir juga dirasakan di sektor pendidikan. Sejumlah sekolah di wilayah Tambun Sungai Angke, seperti SMP Attaqwa 13 dan SDIT Samba Taruma, terpaksa menghentikan pembelajaran tatap muka dan beralih ke sistem pembelajaran daring guna menjaga keselamatan siswa dan tenaga pendidik.
Hingga berita ini diturunkan, warga masih menunggu air surut sembari berharap adanya respons cepat dari pemerintah daerah untuk penanganan darurat dan solusi jangka panjang guna mengurangi risiko banjir berulang di kawasan tersebut.(Int)






