Bencana Sumatera, 40 Ribu Warga Direkrut

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyerap hingga 40 ribu tenaga kerja loka

Korban Bencana Sumatera Dipekerjakan, Ekonomi Bergerak

AGAM, Matanews – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyerap hingga 40 ribu tenaga kerja lokal untuk mempercepat pemulihan dampak bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda tiga provinsi di Sumatera. Kebijakan tersebut ditempuh sebagai bagian dari strategi percepatan rehabilitasi infrastruktur sekaligus menjaga denyut ekonomi masyarakat terdampak bencana.

“Kita sudah mempekerjakan 40 ribu tenaga kerja lokal untuk menangani dampak bencana yang tersebar di tiga provinsi,” kata Menteri PU Dody Hanggodo saat meninjau lokasi terdampak bencana di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Rabu (28/1/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan Dody saat melakukan peninjauan bersama Gubernur Sumatera Barat, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, serta Bupati Agam. Rombongan memantau langsung progres pembangunan dan perbaikan sejumlah infrastruktur yang rusak akibat bencana alam yang terjadi pada akhir November 2025.

Menurut Dody, penyerapan puluhan ribu tenaga kerja lokal tidak hanya ditujukan untuk mempercepat pemulihan wilayah terdampak, tetapi juga menjadi instrumen pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya di lapisan masyarakat bawah yang terdampak langsung bencana.

Instruksi penyerapan tenaga kerja lokal, kata Dody, pertama kali disampaikan pada (12/1/2025) di Provinsi Aceh. Kebijakan tersebut kemudian diterapkan pula di dua provinsi lain yang mengalami bencana serupa.

Sumatera
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyerap hingga 40 ribu tenaga kerja loka

“Jadi, padat karya itu harus di mana, terutama di lokasi bencana,” ujar Dody.

Ia menambahkan, kebijakan Kementerian PU tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan agar aktivitas ekonomi masyarakat di daerah terdampak bencana tidak terhenti.

“Sesuai arahan Pak Presiden Prabowo, masyarakat yang terdampak bencana tidak boleh terganggu ekonominya,” kata Dody.

Keterlibatan tenaga kerja lokal juga dilakukan oleh mitra kerja pemerintah dalam proyek pemulihan infrastruktur. Supervisor Health, Safety, Security, and Environment PT Hutama Karya Infrastruktur, Budi Setia, menyebutkan bahwa khusus di Kecamatan Malalak, perusahaannya telah mempekerjakan sedikitnya 16 pekerja lokal.

“Kami juga merekrut tenaga kerja lokal untuk mempercepat pemulihan daerah terdampak bencana,” kata Budi.

Para pekerja lokal tersebut menjalankan berbagai tugas, mulai dari sopir truk pengangkut material hingga tenaga pembantu lapangan. Untuk proses rekrutmen, Hutama Karya berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan agar kebutuhan tenaga kerja dapat dipenuhi dari warga sekitar lokasi proyek.

“Pemberdayaan tenaga kerja lokal merupakan salah satu standar atau ketentuan perusahaan yang harus menggaet sekitar 40 persen warga lokal,” ujar Budi.

Melalui skema padat karya ini, pemerintah berharap proses rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur pascabencana dapat berjalan lebih cepat, sekaligus memberikan penghasilan sementara bagi warga yang terdampak, sehingga pemulihan sosial dan ekonomi dapat berlangsung secara beriringan. (Int)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *