Banjir Pejaten Timur Berangsur Surut, Sempat Capai 320 cm

Menurut Isnawa, banjir di Pejaten Timur sempat mencapai titik tertinggi sekitar 320 cm pada pukul 05.00 WIB. Lokasi terdampak berada di kawasan padat penduduk yang berdekatan langsung dengan aliran Kali Ciliwung.

Banjir Pejaten Timur Tembus 3 Meter

JAKARTA, Matanews – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat banjir di RT 05/RW 08, Jalan Jembatan Gantung, Kelurahan Pejaten Timur, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, mencapai ketinggian 260 sentimeter (cm) pada Jumat pagi. Genangan tersebut merupakan dampak luapan Kali Ciliwung yang dipicu curah hujan tinggi sejak malam hari.

Kepala BPBD DKI Jakarta Isnawa Adji mengatakan, kondisi banjir di kawasan tersebut mulai menunjukkan tren penurunan dibandingkan beberapa jam sebelumnya.

“Saat ini sudah berangsur surut, dengan tinggi muka air mencapai 260 cm,” kata Isnawa saat dihubungi di Jakarta, Jumat (30/1/2026).

Pejaten
Menurut Isnawa, banjir di Pejaten Timur sempat mencapai titik tertinggi sekitar 320 cm pada pukul 05.00 WIB. Lokasi terdampak berada di kawasan padat penduduk yang berdekatan langsung dengan aliran Kali Ciliwung.

Menurut Isnawa, banjir di Pejaten Timur sempat mencapai titik tertinggi sekitar 320 cm pada pukul 05.00 WIB. Lokasi terdampak berada di kawasan padat penduduk yang berdekatan langsung dengan aliran Kali Ciliwung.

“Lokasinya di Pejaten Timur, dekat Kali Ciliwung, seberang Pasar Minggu, tepatnya di bawah rel kereta,” ujarnya.

Pantauan di lapangan menunjukkan aktivitas warga mulai terlihat meski genangan masih cukup tinggi. Jembatan penghubung arah Condet–Stasiun Pasar Minggu tampak dipadati sepeda motor yang melintas secara bergantian, memanfaatkan bagian jalan yang tidak terendam.

Sejumlah warga terlihat membersihkan lumpur sisa banjir dengan ember yang diisi air dari genangan. Sementara itu, sebagian warga lainnya memilih mengungsi sementara ke ruko-ruko terdekat sambil membawa barang-barang berharga untuk menghindari kerusakan lebih lanjut.

BPBD DKI Jakarta mencatat banjir juga merendam delapan RT di wilayah Jakarta Selatan. Rinciannya, empat RT di Pejaten Timur, dua RT di Rawajati, dan dua RT di Tanjung Barat. Ketinggian air bervariasi, mulai dari 150 cm hingga 350 cm.

Isnawa menjelaskan, banjir dipicu oleh curah hujan yang tinggi di wilayah hulu dan Jakarta, yang menyebabkan debit air Kali Ciliwung meningkat secara signifikan dan meluap ke permukiman warga.

BPBD DKI Jakarta bersama instansi terkait terus melakukan pemantauan dan penanganan di lokasi terdampak, termasuk menyiagakan petugas evakuasi serta bantuan logistik bagi warga yang masih mengungsi, sembari menunggu kondisi air benar-benar surut. [Int]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *