2 Pernyataan Prabowo: Jangan Takut Bicara Kemiskinan Apa Adanya
Prabowo: Jangan Takut Bicara Kemiskinan Apa Adanya
JAKARTA, Matanews — Presiden Prabowo Subianto menyoroti cara negara mendefinisikan dan menyebut kemiskinan di Indonesia. Ia menilai, penggunaan berbagai istilah teknokratis dalam klasifikasi kemiskinan kerap membuat persoalan mendasar menjadi terasa kabur dan jauh dari realitas hidup masyarakat bawah.

Hal itu disampaikan Prabowo saat berbicara mengenai kondisi sosial-ekonomi nasional. Ia menilai ada kecenderungan untuk menghindari penyebutan kata “miskin” secara lugas, seolah istilah tersebut menjadi sesuatu yang tabu.
“Kita ini kadang-kadang takut bicara apa adanya. Nggak mau kita mengakui, kita nggak mau bilang miskin, nggak enak, pra sejahtera,” ujar Prabowo.
Menurut Prabowo, kemiskinan kemudian dibagi ke dalam berbagai istilah yang terdengar lebih lunak, termasuk penggunaan istilah berbahasa Inggris. Ia menyinggung munculnya kategori seperti the aspiring middle class, kelompok masyarakat yang disebut sedang berusaha naik ke kelas menengah.
“Habis itu ada istilah lagi, apa itu, bahasa Inggrisnya, the aspiring middle class. Jadi, orang yang berusaha naik ke middle class. Habis itu ada yang rentan miskin, habis itu miskin, baru sangat miskin,” kata Prabowo.
Prabowo secara khusus mencolek Badan Pusat Statistik (BPS) terkait penamaan kategori tersebut. Ia mengakui lembaga statistik negara itu tidak memiliki niat untuk menyembunyikan data kemiskinan. Namun, ia menilai pilihan istilah tetap memiliki dampak psikologis dan moral bagi masyarakat.
“Ini BPS pintar juga kalian cari istilah-istilah itu,” ujar Prabowo, setengah berkelakar.
Meski begitu, ia menegaskan memahami maksud di balik penggunaan istilah tersebut.
“Saya mengerti, saudara tidak mau turunkan moral bangsa Indonesia,” tegasnya.
Prabowo menilai persoalan kemiskinan tidak boleh disamarkan oleh istilah. Bagi dia, kemiskinan adalah masalah nyata yang harus dihadapi secara jujur agar bisa ditangani secara efektif. Ia menyimpulkan bahwa pengentasan kemiskinan merupakan agenda mendesak yang menuntut keterlibatan seluruh elemen bangsa.
“Saudara-saudara, kita harus berjuang bersama-sama. Semua unsur, semua tingkatan, semua latar belakang, semua partai manapun, kita harus bersatu,” ujar Prabowo.
Ia menegaskan perjuangan melawan kemiskinan tidak bisa dibebankan pada satu pihak saja, melainkan memerlukan kolaborasi lintas sektor dan lintas kepentingan politik.
“Kita harus berjuang menghilangkan kemiskinan dari bumi Indonesia,” pungkas Prabowo.
Pernyataan tersebut mempertegas sikap Prabowo yang mendorong pendekatan lebih terbuka dan langsung dalam membaca kondisi sosial-ekonomi masyarakat. Bagi Prabowo, keberanian menyebut masalah dengan nama aslinya menjadi langkah awal untuk merumuskan kebijakan yang tepat sasaran.(Zee)


