Pesanan Ojol Antar ke Gedung Kosong di Singapura
Pesanan Aneh, Driver Ojol Merinding
JAKARTA, Matanews — Pengalaman tak biasa dialami seorang pengemudi ojek online pengantar makanan di Singapura. Alih-alih bertemu pelanggan, ia justru diarahkan ke sebuah gedung kosong yang telah lama ditinggalkan penghuni. Peristiwa ini menjadi sorotan setelah kisahnya beredar luas di media sosial.
Pengemudi tersebut bernama Nuralfian Ahmad. Ia membagikan pengalamannya melalui akun TikTok pribadinya, @nuralfian, yang kemudian dikutip oleh The Independent SG pada Selasa, 4 Februari 2026.
Insiden itu terjadi pada 24 Januari 2026. Saat itu, Nuralfian yang bekerja sebagai pengemudi GrabFood menerima pesanan dari restoran Din Tai Fung sekitar pukul 16.00 waktu setempat. Setelah menempuh perjalanan sekitar satu setengah jam, aplikasi peta di telepon genggamnya menunjukkan bahwa ia telah tiba di lokasi tujuan.

Alamat pengantaran tertera di Unit 04-04, kawasan Depot Lane, Bukit Merah, Singapura. Namun, setibanya di lokasi, Nuralfian tidak menemukan aktivitas manusia sebagaimana lazimnya sebuah hunian. Bangunan yang ia datangi tampak terpencil dan kosong.
“Saya dikirim ke tempat yang sudah ditinggalkan orang. Tidak ada seorang pun yang tinggal di blok ini,” kata Nuralfian dalam video yang ia unggah.
Ia mengaku mencoba menghubungi pelanggan melalui aplikasi dan panggilan telepon secara berulang, tetapi tidak mendapatkan respons. Situasi itu membuatnya ragu, terlebih suasana sekitar gedung yang sunyi dan minim penerangan.
Sesuai prosedur pengantaran, Nuralfian akhirnya memutuskan untuk meletakkan pesanan makanan di depan pintu unit yang sesuai dengan alamat tertera, yakni Unit 04-04. Ia juga mengambil foto sebagai bukti bahwa pesanan telah diantar.
Namun hingga ia meninggalkan lokasi, tidak ada satu pun orang yang keluar untuk mengambil makanan tersebut.
Depot Lane sendiri dikenal sebagai kawasan gudang tua dan bangunan industri di Singapura. Area tersebut bukan wilayah permukiman aktif dan sebagian bangunannya memang telah lama tidak digunakan.
Pengalaman Nuralfian semakin terasa janggal ketika ia bertemu seorang pria tua di area parkir. Pria tersebut justru bertanya tujuan kedatangan Nuralfian ke lokasi itu, sembari menyebut bahwa bangunan tersebut telah lama kosong.
Pertemuan singkat itu menutup pengalaman pengantaran yang tidak biasa, sekaligus memunculkan pertanyaan soal keabsahan alamat pesanan dalam layanan pengantaran makanan daring.(Zee)






