Gunung Marapi Erupsi 25 Detik, Status Waspada

Gunung Marapi Erupsi Lagi Siang Hari

PADANG, Matanews Pos Gunung Api (PGA) Gunung Marapi melaporkan gunung api yang berada di wilayah Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat, kembali mengalami erupsi pada Kamis siang. Erupsi tercatat berlangsung selama sekitar 25 detik.
Gunung

“Terjadi erupsi Gunung Marapi pukul 11.27 WIB dengan durasi sekitar 25 detik dan amplitudo maksimum 25,9 milimeter,” kata petugas PGA Gunung Marapi, Teguh Firmansyah, di Padang, Kamis (5/2/2026).

Berdasarkan laporan PGA, tinggi kolom abu akibat erupsi gunung api yang memiliki ketinggian 2.891 meter di atas permukaan laut (MDPL) tersebut tidak dapat teramati secara visual. Kondisi puncak gunung saat kejadian tertutup awan tebal sehingga arah dan sebaran material erupsi tidak terpantau secara jelas.

Meski kolom abu tidak terlihat, aktivitas erupsi ini menegaskan bahwa Gunung Marapi masih menunjukkan dinamika vulkanik yang perlu diwaspadai. Saat ini, status aktivitas Gunung Marapi berada pada Level II atau Waspada.

Seiring dengan kondisi tersebut, PGA Gunung Marapi bersama Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) kembali mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap potensi ancaman susulan yang bisa terjadi sewaktu-waktu.

PVMBG telah mengeluarkan sejumlah rekomendasi penting. Masyarakat, pendaki, maupun pengunjung diminta tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas apa pun di dalam radius tiga kilometer dari pusat erupsi, yakni Kawah Verbeek Gunung Marapi.

Selain itu, masyarakat yang bermukim di sekitar lembah, aliran, dan bantaran sungai yang berhulu di puncak Gunung Marapi diminta untuk selalu mewaspadai potensi bahaya banjir lahar hujan. Ancaman ini dinilai meningkat, terutama pada saat intensitas curah hujan tinggi di kawasan sekitar gunung.

Gunung

PGA juga mengingatkan bahwa material vulkanik yang tersimpan di puncak dan lereng gunung dapat terbawa aliran air hujan dan mengalir ke sungai-sungai, sehingga berpotensi menimbulkan banjir lahar dingin yang membahayakan pemukiman warga.

Sementara itu, jika terjadi hujan abu vulkanik, masyarakat diimbau untuk menggunakan masker atau penutup hidung dan mulut. Langkah ini penting untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan, khususnya infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

PGA Gunung Marapi menyatakan akan terus melakukan pemantauan intensif dan menyampaikan perkembangan aktivitas gunung secara berkala kepada masyarakat. Warga di sekitar kawasan Gunung Marapi diimbau tetap tenang, namun tidak mengabaikan setiap rekomendasi resmi dari otoritas kebencanaan.(Int)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *