Pemprov DKI Kerahkan 100 Ribu Personel Gabungan untuk Kerja Bakti Massal
Jaga Jakarta Bersih
JAKARTA, Matanews — Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengerahkan sekitar 100 ribu personel gabungan dalam kerja bakti massal bertajuk Jaga Jakarta Bersih, Minggu (8/2/2026).
Kegiatan ini digelar serentak di seluruh wilayah ibu kota sebagai upaya memperkuat kebersihan lingkungan sekaligus langkah preventif menghadapi musim pancaroba yang rawan memicu merebaknya penyakit, terutama demam berdarah dengue (DBD).
Libatkan Berbagai Unsur
Kerja bakti kolosal ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari aparatur sipil negara (ASN), Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP), Tenaga Ahli (TA) Pemprov DKI Jakarta, hingga partisipasi masyarakat, serta dukungan TNI dan Polri. Sejak pagi hari, ribuan titik di Jakarta dipenuhi aktivitas pembersihan saluran air, pengangkutan sampah, hingga penataan lingkungan permukiman padat penduduk.
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, mengatakan kegiatan tersebut dilaksanakan secara serentak berdasarkan Instruksi Sekretaris Daerah Nomor 2 Tahun 2026. Instruksi itu menekankan pentingnya gerakan gotong royong untuk menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan bersih bagi warga Jakarta.
“Hari ini secara bersamaan, kita mengikuti kerja bakti dan gotong royong melalui gerakan ‘Jaga Jakarta Bersih’, Ini bukan kegiatan seremonial, tapi kerja nyata untuk lingkungan Jakarta,” ujar Rano saat meninjau langsung kerja bakti di Jalan Cempaka Putih Tengah, Kecamatan Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

Perangi DBD
Menurut Rano, momentum musim pancaroba harus disikapi secara serius karena biasanya dibarengi dengan meningkatnya potensi penyakit berbasis lingkungan, terutama DBD. Oleh karena itu, Pemprov DKI menempatkan pembersihan lingkungan sebagai strategi utama pencegahan.
“Makanya semak-semak kita rapikan, sungai kita bersihkan, dan genangan air harus segera dihilangkan. Ini bagian dari langkah preventif agar lingkungan tidak menjadi sarang nyamuk,” kata Rano.
Ia menegaskan, fokus utama kerja bakti massal ini adalah pengurasan dan pembersihan saluran air. Upaya tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas drainase sekaligus mencegah penyumbatan akibat tumpukan sampah yang kerap memicu genangan dan banjir lokal.
Rano juga mengingatkan bahwa penanggulangan DBD tidak cukup hanya mengandalkan pengasapan atau fogging. Menurutnya, metode tersebut tidak selalu efektif dalam memberantas jentik nyamuk jika lingkungan masih kotor.
“Fogging itu belum tentu bisa mengurangi jentik-jentik. Yang paling efektif tetap membersihkan lingkungan. Dulu kita kenal 3M—menguras, menutup, mengubur atau mendaur ulang. Prinsip itu harus terus kita sampaikan dan praktikkan bersama masyarakat,” ujarnya.

Alat Berat dan Truk Pengangkut Sampah Dikerahkan
Untuk mendukung kerja bakti skala besar ini, Pemprov DKI Jakarta mengerahkan 60 unit alat berat serta 144 truk pengangkut sampah. Seluruh armada tersebut difokuskan untuk menangani 66 lokasi prioritas yang dinilai rawan genangan, penumpukan sampah, serta memiliki kepadatan penduduk tinggi.
Selain itu, Pemprov DKI juga menggandeng Palang Merah Indonesia (PMI) se-DKI Jakarta. Kolaborasi ini diwujudkan melalui penyediaan peralatan kerja bakti dalam jumlah besar guna menunjang aktivitas di lapangan.
PMI DKI Jakarta menyiapkan hampir lima ribu cangkul, lima ribu sekop, 10 ribu gerobak dorong, serta tiga ribu karung untuk pengangkutan sampah. Peralatan tersebut didistribusikan secara merata ke seluruh kota administrasi.
“Setiap kota administrasi mendapatkan masing-masing 1.000 cangkul, 1.000 sekop, 200 gerobak, dan 600 karung. Ini supaya kerja bakti berjalan efektif dan merata,” kata Rano.
Kebersihan Jakarta Tanggung Jawab Bersama
Lebih jauh, Rano menekankan bahwa menjaga kebersihan Jakarta bukan semata tanggung jawab pemerintah. Ia mendorong kesadaran kolektif warga untuk terus merawat lingkungan secara berkelanjutan, bahkan setelah kegiatan kerja bakti massal selesai.
“Memang ini tidak bisa dilakukan sendiri. Harus kita lakukan bersama-sama. Kalau pemerintah dan warga bergerak seirama, Jakarta yang bersih dan sehat bukan sekadar slogan,” ujarnya.
Pemprov DKI berharap gerakan ‘Jaga Jakarta Bersih’ dapat menjadi pemicu tumbuhnya budaya gotong royong dan kepedulian lingkungan di tengah masyarakat. Dengan lingkungan yang terawat, Pemprov optimistis kualitas kesehatan warga Jakarta dapat terus ditingkatkan sekaligus menekan risiko penyakit berbasis lingkungan di masa mendatang. (Yori)






