TNI Hadir, Infrastruktur Pasca-Bencana Tapanuli Tengah Pulih
TNI Tuntaskan Jembatan Sigiring, Akses Warga Kembali Normal
JAKARTA, Matanews – Satgas Penanggulangan Bencana Alam (Gulbencal) Kodam I/Bukit Barisan berhasil menyelesaikan pembangunan Jembatan Armco titik IV di Sungai Sigiring-giring, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. Rampungnya infrastruktur vital tersebut menjadi tonggak penting dalam percepatan pemulihan wilayah pasca-bencana sekaligus memulihkan akses transportasi warga.
Kepala Penerangan Kodam I/Bukit Barisan Kolonel Inf Asrul Kurniawan Harahap mengatakan, pembangunan jembatan itu merupakan wujud nyata komitmen TNI Angkatan Darat dalam membantu masyarakat terdampak bencana, khususnya dalam pemulihan sarana dan prasarana publik.
“Dengan rampungnya pembangunan jembatan tersebut merupakan wujud komitmen TNI AD melalui Satgas Gulbencal Kodam I/BB dalam membantu pemulihan infrastruktur pasca-bencana,” ujar Asrul di Medan, Selasa (10/2/2026).
Asrul menjelaskan, jembatan Armco yang dibangun tersebut kini sudah dapat dilalui oleh kendaraan roda dua maupun roda empat. Dengan demikian, mobilitas masyarakat di wilayah sekitar kembali berjalan normal, aman, dan lebih efisien.
“Jembatan ini mempersingkat jarak tempuh dan mempermudah akses warga. Kami berharap dapat dimanfaatkan secara optimal untuk memperlancar mobilitas serta mendukung aktivitas perekonomian masyarakat,” ucapnya.
Ia menambahkan, keberadaan jembatan tersebut memiliki arti strategis bagi warga Kecamatan Tukka dan sekitarnya, terutama dalam menunjang distribusi hasil pertanian, aktivitas perdagangan, hingga akses menuju fasilitas pendidikan dan layanan kesehatan.
Pembangunan jembatan Armco titik IV ini dikerjakan secara terpadu oleh personel Satgas Gulbencal Kodam I/BB yang terdiri dari Kodim 0211/Tapanuli Tengah, Yon TP 908/Gajah Dompak, Zidam I/BB, serta Yonzipur 11/Wira Bhakti Samudra. Seluruh unsur bekerja secara terkoordinasi di lapangan untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai standar teknis dan target waktu.
Asrul merinci, tahapan pekerjaan meliputi pengecoran pondasi jembatan, pelansiran material jembatan Armco ke lokasi, perakitan papan mal, hingga pengecoran slop jembatan. Setelah struktur utama rampung, dilanjutkan dengan pekerjaan pengacian, penimbunan, pemadatan, serta pengecatan sebagai bagian dari penyempurnaan konstruksi.
“Untuk mendukung percepatan pekerjaan, kami mengoperasikan satu unit alat berat berupa ekskavator long arm Zeni AD untuk proses penimbunan,” tuturnya.
Selain alat berat, personel di lapangan juga memanfaatkan berbagai peralatan manual, seperti cangkul, sekop, angkong, dan linggis. Kombinasi penggunaan alat berat dan peralatan manual tersebut memungkinkan seluruh tahapan pekerjaan diselesaikan secara optimal meski dihadapkan pada medan yang cukup menantang.
Keberhasilan pembangunan jembatan ini disambut antusias oleh masyarakat setempat. Warga berharap, akses yang kembali terbuka dapat mempercepat pemulihan ekonomi serta memperlancar aktivitas sosial pasca-bencana yang sempat terhambat.
Penyelesaian Jembatan Armco titik IV ini sekaligus menegaskan peran aktif TNI dalam operasi kemanusiaan dan kebencanaan, tidak hanya pada fase tanggap darurat, tetapi juga pada tahap rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur.[Int]






