Cinta Violend Pattipeiluhu Dibina Pelatih Top, Dari Kolam Desa ke Dunia

Cinta Violend Pattipeiluhu Dibina Pelatih Top Wisnu Wardana, Dari Kolam Desa ke Dunia

Cinta Violend Pattipeiluhu Dilatih Mantan Juara Dunia

JAKARTA, Matanews Komitmen pembinaan atlet usia dini kembali mendapat sorotan setelah Head Coach JAQUATIC Swimming Club, Wisnu Wardhana, menyatakan kesiapannya membina atlet renang kelompok usia dini (KU-4) asal Subang, Jawa Barat. Dalam wawancara eksklusif, mantan perenang nasional yang pernah menorehkan prestasi di level dunia ini mengungkap alasan di balik keputusannya menerima tantangan tersebut.

Menurut Wisnu, keputusan tersebut berangkat dari pengamatannya terhadap potensi atlet muda bernama Cinta Violend Pattipeiluhu, yang dinilainya memiliki bakat alami meski berlatih dalam keterbatasan program.

“Saya sudah mengamati hampir satu tahun. Dengan program seadanya saja, dia sudah mampu menunjukkan hasil yang luar biasa. Ini menjadi dasar kuat bagi saya untuk turun langsung membina,” kata Wisnu.

Potensi Besar dari Daerah

Wisnu menilai, talenta olahraga tidak mengenal batas geografis. Atlet dari daerah, seperti Subang, memiliki peluang yang sama untuk berkembang, asalkan didukung sistem pembinaan yang tepat.

Ia menekankan bahwa bakat tidak cukup dinilai dari satu atau dua penampilan, melainkan harus melalui pengamatan berkelanjutan. Dalam kasus Cinta, konsistensi performa menjadi indikator utama.

Namun, Wisnu juga mengakui bahwa secara teknis, kemampuan atlet tersebut masih memerlukan peningkatan signifikan, terutama dalam aspek teknik dasar dan daya tahan fisik (endurance).

“Kualitasnya masih harus ditingkatkan. Teknik dan endurance menjadi fokus utama. Tapi ini hal yang wajar untuk atlet usia dini,” ujarnya.

Cinta Violend Pattipeiluhu
Cinta Violend Pattipeiluhu Dibina Pelatih Top Wisnu Wardana, Dari Kolam Desa ke Dunia

Target Jangka Panjang: SEA Games dan Beasiswa Luar Negeri

Berbeda dengan pendekatan instan yang menargetkan kemenangan di level usia dini, Wisnu menegaskan bahwa orientasi pembinaan yang ia lakukan bersifat jangka panjang.

Ia menilai, kemenangan di kelompok usia KU-4 hingga KU-2 bukanlah prioritas utama. Fokus utama adalah membentuk fondasi atlet agar mampu bersaing di level elite, termasuk ajang internasional seperti SEA Games.

“Kita tidak mengejar juara di KU-4 atau KU-3. Target kita adalah membentuk dia menjadi juara SEA Games di masa depan,” tegas Wisnu.

Selain prestasi olahraga, Wisnu juga menyoroti pentingnya pendidikan. Ia berharap atlet binaannya dapat mengenyam pendidikan dengan kurikulum yang baik, termasuk penguasaan bahasa Inggris sebagai bekal untuk menembus peluang beasiswa luar negeri.

“Kalau bisa, dia sekolah dengan kurikulum yang baik, bahkan bilingual. Kita ingin dia punya kesempatan mendapatkan beasiswa ke luar negeri,” katanya.

Tantangan Infrastruktur dan Peran Pemerintah Daerah

Dalam wawancara tersebut, Wisnu juga menyoroti tantangan klasik pembinaan atlet di daerah, yakni keterbatasan sarana dan prasarana. Ia menilai, peran organisasi olahraga di tingkat kota (Pengkot) dan provinsi (Pengprov) masih perlu ditingkatkan.

Menurutnya, dukungan tidak hanya dalam bentuk fasilitas latihan, tetapi juga pembiayaan keikutsertaan dalam kompetisi serta akses pendidikan bagi atlet.

“Pengkot dan Pengprov harus lebih terlibat. Tidak hanya membangun fasilitas, tapi juga mendukung atlet untuk bertanding dan memberikan beasiswa pendidikan,” ujarnya.

Ia menambahkan, keberhasilan pembinaan atlet tidak bisa hanya dibebankan pada pelatih atau klub, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas sektor.

Harapan Lahirnya Atlet Berkelas Dunia

Dengan pendekatan pembinaan yang terstruktur dan berorientasi jangka panjang, Wisnu optimistis atlet muda seperti Cinta memiliki peluang untuk berkembang menjadi perenang berkelas dunia.

Baginya, investasi pada usia dini adalah kunci utama dalam menciptakan generasi atlet unggulan yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki kualitas pendidikan yang baik.

“Kalau kita serius dari sekarang, bukan tidak mungkin kita bisa mencetak atlet dunia dari daerah,” ucapnya. (Wly)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *