PPATK Pelajari Strategi Komunikasi Digital di Bidhumas Polda Metro Jaya

PPATK Pelajari Strategi Komunikasi Digital di Bidhumas Polda Metro Jaya

PPATK Berguru Humas ke Polda Metro

Jakarta, Matanews — Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan melakukan studi tiru strategi komunikasi publik ke Polda Metro Jaya melalui kunjungan ke Bidang Hubungan Masyarakat (Bidhumas). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola komunikasi publik di tengah derasnya arus informasi digital yang kian kompleks.

Studi banding berlangsung di Ruang M2C Bidhumas Polda Metro Jaya pada Kamis, 2 April 2026. Kegiatan tersebut dipimpin oleh Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Budi Hermanto, serta diikuti jajaran Bidhumas dan tim kehumasan PPATK.

PPATK
PPATK Pelajari Strategi Komunikasi Digital di Bidhumas Polda Metro Jaya

Dalam pemaparannya, Budi menekankan bahwa komunikasi publik di era digital menuntut kecepatan sekaligus ketepatan informasi. Ia menyebutkan, penyampaian informasi yang tidak akurat berpotensi memicu kesalahpahaman bahkan disinformasi di tengah masyarakat yang kini sangat bergantung pada media digital.

“Informasi yang disampaikan ke publik harus akurat, berimbang, dan mudah dipahami,” ujar Budi.

Ia menambahkan, pengelolaan media digital menjadi salah satu elemen krusial dalam strategi komunikasi modern. Platform digital tidak hanya berfungsi sebagai sarana penyebaran informasi, tetapi juga sebagai ruang interaksi yang membutuhkan respons cepat dan terukur dari institusi.

Menurutnya, keberhasilan komunikasi publik juga ditentukan oleh sinergi internal serta penerapan sistem komunikasi satu pintu. Dengan sistem tersebut, setiap informasi yang keluar dapat terjaga konsistensinya, sehingga mengurangi potensi perbedaan persepsi di masyarakat.

Sementara itu, Ketua Tim Humas PPATK, Tri Andrianto, mengapresiasi materi dan pengalaman yang dibagikan oleh Bidhumas Polda Metro Jaya. Ia menilai, pendekatan komunikasi yang diterapkan oleh kepolisian, khususnya dalam pengelolaan isu publik di ruang digital, memberikan banyak perspektif baru bagi lembaganya.

“Kami mendapat banyak wawasan baru terkait strategi komunikasi publik, khususnya di era digital,” kata Tri.

Ia berharap, kunjungan ini tidak hanya berhenti pada studi banding semata, tetapi dapat berkembang menjadi kerja sama berkelanjutan antara PPATK dan Bidhumas Polda Metro Jaya, terutama dalam penguatan fungsi kehumasan dan pengelolaan informasi publik.

Kegiatan ini mencerminkan kebutuhan lintas lembaga untuk beradaptasi dengan dinamika komunikasi modern. Di tengah meningkatnya konsumsi informasi digital, institusi publik dituntut tidak hanya responsif, tetapi juga mampu membangun kepercayaan melalui transparansi dan akurasi informasi.

Melalui pertukaran pengetahuan ini, kedua institusi diharapkan dapat meningkatkan kapasitas komunikasi publik masing-masing, sekaligus menghadapi tantangan disinformasi yang semakin kompleks di era digital. (Slh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *