Polisi Air Ulurkan Kepedulian di Pesisir Utara

Polisi Air Ulurkan Kepedulian di Pesisir Utara

Polisi Peduli, Lansia Stroke Terbantu

Jakarta, Matanews — Suasana sederhana di kawasan pesisir Muara Angke, Rabu siang, 15 April 2026, menjadi saksi hadirnya kepedulian negara melalui aparat kepolisian. Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Metro Jaya menyalurkan bantuan kursi roda kepada seorang warga yang menderita stroke menahun.

Kegiatan bakti kesehatan tersebut berlangsung di kediaman Ibu Wahsiah (59), yang berlokasi di RT 001/022, Kelurahan Pluit, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara. Dalam rumah sederhana yang berdiri di antara padatnya permukiman pesisir, bantuan itu diserahkan secara langsung oleh Direktur Polairud, Kombes Pol. Mustofa, bersama jajaran pejabat utama serta Bhabinkamtibmas pesisir.

Kepedulian di Tengah Keterbatasan

Ibu Wahsiah diketahui telah lama menderita stroke yang membatasi pergerakannya. Selama ini, aktivitas sehari-harinya sangat bergantung pada bantuan keluarga. Kehadiran kursi roda menjadi titik balik penting bagi mobilitasnya, sekaligus meringankan beban keluarga yang merawatnya.

Penyerahan bantuan tidak hanya berupa kursi roda, tetapi juga tali asih sebagai bentuk dukungan moral dan sosial. Momen tersebut berlangsung penuh haru, disaksikan oleh keluarga, tetangga, serta sejumlah tokoh masyarakat setempat.

Menurut Kombes Pol. Mustofa, kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Polri dalam menghadirkan pelayanan yang lebih dekat dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

“Bakti kesehatan ini merupakan wujud kehadiran Polri di tengah masyarakat. Kami ingin memastikan masyarakat pesisir juga merasakan perhatian, khususnya mereka yang membutuhkan bantuan alat kesehatan,” ujarnya.

Polisi
Polisi Air Ulurkan Kepedulian di Pesisir Utara

Pendekatan Humanis Polri

Kegiatan ini mencerminkan pendekatan humanis yang kini terus didorong di lingkungan Polri. Tidak hanya berfokus pada penegakan hukum, institusi kepolisian juga berupaya memperkuat fungsi sosial dengan menjangkau kelompok rentan di berbagai wilayah, termasuk kawasan pesisir yang kerap luput dari perhatian.

Wilayah pesisir seperti Muara Angke dikenal memiliki tantangan tersendiri, mulai dari kondisi lingkungan, akses layanan kesehatan, hingga keterbatasan ekonomi. Dalam konteks ini, kehadiran Ditpolairud menjadi penting, mengingat mereka memiliki kedekatan operasional dengan masyarakat pesisir.

Mustofa menegaskan bahwa program serupa akan terus dilakukan secara berkelanjutan.

“Kami berkomitmen untuk melaksanakan kegiatan sosial seperti ini secara rutin. Polri hadir bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai pelayan masyarakat yang humanis dan profesional,” katanya.

Polisi
Polisi Air Ulurkan Kepedulian di Pesisir Utara

Apresiasi Warga dan Tokoh Lokal

Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh tokoh masyarakat, tokoh agama, serta perangkat wilayah setempat. Mereka menyampaikan apresiasi atas langkah Ditpolairud yang dinilai nyata dan langsung dirasakan manfaatnya oleh warga.

Seorang tokoh masyarakat setempat menyebut bahwa bantuan seperti ini sangat berarti, terutama bagi warga yang memiliki keterbatasan fisik dan ekonomi.

“Ini bukan sekadar bantuan, tapi bentuk perhatian yang membuat warga merasa tidak sendiri,” ujarnya.

Meneguhkan Kehadiran Negara

Di tengah dinamika kehidupan masyarakat pesisir yang penuh tantangan, kegiatan bakti kesehatan ini menjadi simbol kehadiran negara dalam bentuk yang paling sederhana namun bermakna. Sebuah kursi roda, bagi sebagian orang mungkin biasa, tetapi bagi Ibu Wahsiah, itu adalah pintu menuju kemandirian yang sempat terhenti.

Melalui langkah kecil namun konsisten, Ditpolairud Polda Metro Jaya berupaya meneguhkan bahwa pelayanan publik tidak selalu harus berskala besar, tetapi cukup tepat sasaran dan menyentuh kebutuhan paling mendasar masyarakat. (Wly)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *