Kolaborasi Spektakuler! Wayang Orang Bharata Rayakan 54 Tahun “Bumi Tunggorono”
Wayang Orang Bharata Rayakan 54 Tahun
JAKARTA, Matanews — Gedung Pertunjukan Wayang Orang Bharata menjadi pusat perayaan budaya pada akhir pekan, 4–5 Juli 2026. Dalam rangka memperingati hari ulang tahun ke-54, kelompok seni tradisional tersebut menghadirkan pementasan istimewa bertajuk “Bumi Tunggorono”, sebuah pertunjukan yang menegaskan kesinambungan tradisi sekaligus semangat regenerasi.
Pertunjukan yang digelar selama dua hari ini tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga refleksi perjalanan panjang Wayang Orang Bharata dalam menjaga eksistensi seni pertunjukan klasik di tengah dinamika zaman. Pementasan dimulai setiap pukul 19.00 WIB dan disambut antusias oleh penonton dari berbagai kalangan.
Regenerasi sebagai Poros Utama
Dalam pementasan “Bumi Tunggorono”, Wayang Orang Bharata menampilkan para pemain dari Wayang Orang Tunas, yang terdiri dari generasi ke-7 hingga ke-12. Keterlibatan generasi muda ini menjadi simbol kuat keberlanjutan tradisi yang telah bertahan lebih dari setengah abad.
Para pemain muda tersebut tampil membawakan lakon dengan penghayatan yang matang, menunjukkan bahwa proses kaderisasi yang dilakukan selama ini tidak hanya menjaga keberlangsungan, tetapi juga meningkatkan kualitas pertunjukan.
Sutradara Supriyadi meramu pertunjukan dengan pendekatan yang tetap berakar pada pakem klasik, namun memberi ruang ekspresi bagi generasi baru untuk menampilkan interpretasi yang segar.

Kolaborasi Lintas Seni dan Sosial
Perayaan tahun ini juga menghadirkan kolaborasi yang memperkaya dimensi pertunjukan. Wayang Orang Bharata menggandeng Kolintang Pinkan Indonesia untuk menghadirkan nuansa musikal yang berbeda, sekaligus memperluas spektrum estetika dalam pementasan.
Selain itu, keterlibatan Yayasan Disabilitas Bina Insani Winsar menjadi penanda penting komitmen terhadap inklusivitas dalam seni. Kehadiran mereka tidak hanya sebagai pelengkap, melainkan bagian integral dari pertunjukan yang menunjukkan bahwa seni dapat menjadi ruang bersama tanpa batas.
Kolaborasi ini memperlihatkan bagaimana Wayang Orang Bharata tidak sekadar mempertahankan tradisi, tetapi juga membuka diri terhadap perkembangan sosial dan budaya.
Kehadiran Tokoh Nasional
Acara ini turut dihadiri sejumlah tokoh nasional, di antaranya Jenderal TNI (Purn) A.M. Hendropriyono dan Brigjen Pol Andi Herindra, serta perwakilan dari berbagai instansi. Kehadiran mereka menjadi bentuk dukungan terhadap pelestarian seni budaya tradisional di Indonesia.
Di tengah tantangan globalisasi dan perubahan selera masyarakat, dukungan dari berbagai pihak dinilai penting untuk memastikan keberlangsungan seni pertunjukan tradisional.

Manajemen dan Kreativitas di Balik Layar
Perayaan HUT ke-54 ini dipimpin oleh Ketua Panitia Aksel Antora Abimanyu, yang bersama timnya merancang rangkaian acara dengan pendekatan yang menggabungkan nilai tradisi dan inovasi.
Menurut panitia, “Bumi Tunggorono” dipilih sebagai tema karena merepresentasikan kekuatan bumi sebagai simbol kehidupan, kesinambungan, dan akar budaya yang kokoh.
Produksi pertunjukan ini melibatkan kerja kolektif dari berbagai elemen, mulai dari penata artistik, pemusik, hingga kru panggung, yang bekerja untuk menghadirkan pengalaman estetika yang utuh bagi penonton.
Menjaga Tradisi, Merangkul Masa Depan
Selama lebih dari lima dekade, Wayang Orang Bharata telah menjadi salah satu ikon seni pertunjukan di Indonesia. Di tengah arus modernisasi, kelompok ini terus berupaya menjaga relevansi dengan melakukan inovasi tanpa meninggalkan akar tradisi.
Pementasan “Bumi Tunggorono” menjadi bukti bahwa seni tradisional tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga berkembang melalui regenerasi dan kolaborasi.
Perayaan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa keberlanjutan budaya tidak hanya bergantung pada pelaku seni, tetapi juga dukungan masyarakat luas.
Di usia ke-54, Wayang Orang Bharata menunjukkan bahwa panggung tradisi masih memiliki tempat yang kuat—tidak hanya sebagai warisan, tetapi juga sebagai ruang hidup yang terus berdenyut mengikuti zaman. (Wly)






