Ancol Targetkan 30 Ribu Pengunjung saat Libur Imlek
Liong-Barongsai Ramaikan Ancol
JAKARTA, Matanews – Manajemen PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk menargetkan sedikitnya 30 ribu wisatawan memadati kawasan rekreasi Ancol Taman Impian pada puncak perayaan Tahun Baru Imlek 2026, Selasa (17/2/2026). Optimisme itu muncul setelah tren kunjungan selama tiga hari libur sebelumnya menunjukkan peningkatan signifikan.
“Hari Raya Imlek hari ini diperkirakan lebih dari 30 ribu orang akan menikmati berbagai acara di Ancol Taman Impian,” ujar Corporate Communication Ancol, Daniel Windriatmoko, di Jakarta, Selasa (17/2/2026).
Perayaan Imlek tahun ini dikemas dalam tajuk “Ancol Lunar Festival”yang berlangsung pada 14–17 Februari 2026. Manajemen menyiapkan rangkaian pertunjukan tematik di seluruh unit rekreasi, mulai dari pertunjukan budaya tradisional hingga atraksi satwa bernuansa Imlek.

Di kawasan Pantai Lagoon, pertunjukan Liong dan Barongsai digelar pada 15–17 Februari pukul 15.00 WIB. Sementara itu, parade Imlek dan atraksi barongsai juga menyapa pengunjung di kawasan Dunia Fantasi setiap pukul 15.30 WIB.
Atraksi unik turut disuguhkan di Sea World Ancol, yakni pertunjukan barongsai di dalam air atau di kolam raksasa. Pertunjukan ini dijadwalkan dua kali sehari, pukul 10.30 WIB dan 13.30 WIB, memadukan nuansa tradisi dengan pengalaman wisata bahari.
Di unit rekreasi lain, Samudra Ancol menghadirkan “Parade Imlek” satwa pada pukul 16.30 WIB. Adapun Atlantis Ancol menampilkan atraksi barongsai terbang, sementara Jakarta Bird Land menggelar edukasi burung tematik Imlek setiap pukul 10.00 WIB.

Skema Tiket Terintegrasi
Untuk menarik minat pengunjung, Ancol memberlakukan program tiket terusan bertajuk “single ticket”. Dengan harga Rp150.000, wisatawan memperoleh akses ke seluruh unit rekreasi, termasuk pintu gerbang utama, pantai, Dunia Fantasi, Sea World, Samudra, Atlantis, dan Jakarta Bird Land.
Tiket ini berlaku mulai pukul 05.00 hingga 17.00 WIB. Kebijakan tersebut dinilai efektif mendongkrak mobilitas wisatawan antarwahana dalam satu kawasan terpadu.

Data manajemen menunjukkan, selama periode 14–16 Februari 2026, jumlah pengunjung mencapai 74.582 orang. Rinciannya, Sabtu (14/2) sebanyak 24.664 orang, Minggu (15/2) sebanyak 27.989 orang, dan Senin (16/2) sebanyak 21.929 orang.
Lonjakan tertinggi terjadi pada akhir pekan, dengan hampir 28 ribu pengunjung dalam sehari. Angka itu menjadi indikator kuat bahwa puncak kunjungan saat Hari Raya Imlek berpotensi melampaui target harian.
“Hari ini diprediksi lebih ramai lagi,” kata Daniel.

Momentum Libur dan Daya Tarik Tematik
Pengamat pariwisata menilai momentum libur panjang yang berdekatan dengan akhir pekan menjadi faktor pendorong tingginya kunjungan. Selain itu, pendekatan tematik melalui festival budaya dinilai memperluas segmen pasar, tidak hanya wisata keluarga, tetapi juga generasi muda yang mencari pengalaman visual dan hiburan interaktif.
Ancol, sebagai destinasi wisata terpadu di Jakarta Utara, selama ini menjadi salah satu barometer kunjungan wisata ibu kota pada momen hari besar nasional maupun keagamaan. Perayaan Imlek menjadi salah satu agenda rutin yang konsisten mendongkrak jumlah pengunjung setiap tahun.

Dengan target 30 ribu orang dalam sehari, manajemen optimistis kawasan wisata seluas ratusan hektare itu mampu mengakomodasi lonjakan arus wisatawan tanpa mengganggu kenyamanan.
Perayaan Imlek di Ancol tak sekadar menjadi hiburan, melainkan juga panggung ekspresi budaya Tionghoa yang menyatu dalam ruang publik Jakarta. Jika prediksi manajemen terealisasi, Ancol akan kembali mencatatkan angka kunjungan impresif pada awal tahun 2026. (Yor)





