Banjir Aceh Tamiang, 200 Personel TNI Pulihkan Saluran Air Aceh

tahapan pertama yang dilakukan Satgas Kuala adalah peninjauan langsung ke lokasi sungai dan saluran air yang akan dibersihkan

Banjir Aceh Tamiang

JAKARTA, Matanews — Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin memastikan proses kerja Satuan Tugas (Satgas) Kuala dalam menormalisasi saluran air di Kabupaten Aceh Tamiang dilakukan secara bertahap, terukur, dan maksimal. Upaya tersebut dilakukan untuk mempercepat pemulihan wilayah terdampak banjir dan longsor sekaligus memastikan fungsi saluran air kembali optimal bagi masyarakat.

“Tahapan kerja ini harus dilakukan secara rinci dan maksimal agar proses pengerukan saluran air dari lumpur bekas bencana banjir dan longsor bisa dilakukan secara efektif,” kata Sjafrie dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta, Senin (5/1/2026).

Sjafrie menjelaskan, tahapan pertama yang dilakukan Satgas Kuala adalah peninjauan langsung ke lokasi sungai dan saluran air yang akan dibersihkan. Peninjauan tersebut bertujuan menentukan batas muara, jenis alat berat yang dibutuhkan, serta metode pengerjaan yang paling tepat sesuai kondisi lapangan.

Banjir
Tahapan pertama yang dilakukan Satgas Kuala

Pada tahap berikutnya, Satgas Kuala membentuk dua gugus tugas, yakni Gugus Tugas Pendalaman Kuala Sungai Tamiang dan Gugus Tugas Normalisasi Kuala. Pembagian ini dilakukan agar proses pengerjaan berjalan fokus dan efisien sesuai sasaran masing-masing.

Tahap ketiga, TNI mulai mengirimkan alat-alat berat melalui jalur laut menuju muara Sungai Tamiang yang ditetapkan sebagai titik kumpul. Pergeseran alat berat tersebut direncanakan berlangsung pada pekan kedua Januari 2026.

Setelah seluruh persiapan rampung, Satgas Kuala yang terdiri dari sekitar 200 personel dijadwalkan mulai bekerja secara penuh pada awal Februari 2026. Selain melakukan pengerukan sungai dan normalisasi saluran air, satgas juga akan mengerahkan mesin penjernih air untuk mengolah air kotor menjadi air bersih yang dapat dimanfaatkan oleh warga dan pengungsi di lokasi bencana.

“Kendali Satgas Kuala dilaksanakan dari Kapal Markas Kemhan yang dikawal oleh KRI, serta berkoordinasi dengan pemerintah daerah, kabupaten, dan instansi terkait,” ujar Sjafrie.

Banjir
Tahapan pertama yang dilakukan Satgas Kuala

Satgas Kuala berada di bawah komando Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita. Ke depan, satgas akan terus menyusun perencanaan kerja terperinci untuk masing-masing gugus tugas sesuai dinamika di lapangan.

Sjafrie berharap kehadiran Satgas Kuala dapat mempercepat pemulihan infrastruktur air di Aceh Tamiang sehingga saluran air yang sebelumnya rusak dapat kembali berfungsi dan memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.(Int)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *