BBM Langka! Pegawai SPBU Tersingkir, Jadi Ojol & Jualan!

BBM Langka! Pegawai SPBU Tersingkir

JAKARTA, Matanews – Indonesia tengah dirundung krisis bahan bakar minyak (BBM). Kelangkaan melanda tidak hanya di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) milik Pertamina, tetapi juga perusahaan swasta seperti Shell Indonesia, Vivo, BP-AKR, hingga ExxonMobil.

Fenomena antrean panjang di berbagai SPBU belakangan menjadi pemandangan sehari-hari. Kelangkaan ini menimbulkan spekulasi di masyarakat. Ada yang mengaitkannya dengan kasus “tangki mobil berlumpur” akibat penggunaan Pertamax. Namun, Guru Besar Institut Teknologi Bandung (ITB) sekaligus pakar bahan bakar dan pelumas, Prof. Tri Yuswidjajanto Zaenuri, menepis isu tersebut.

“Kalau memang lumpur di tangki itu penyebabnya, mestinya antrean tidak hanya terjadi di Pertamina, tapi juga di Shell dan lainnya. Kenyataannya, fenomena ini tidak berhubungan langsung,” kata Yuswidjajanto.

Kelangkaan BBM tidak hanya memukul para pengguna kendaraan, melainkan juga pekerja SPBU. Banyak dari mereka kehilangan mata pencaharian lantaran stok bahan bakar nihil, dan SPBU terpaksa mengurangi jam operasional. Beberapa pegawai bahkan diberhentikan.

Situasi ini memaksa mereka mencari jalan hidup baru. Ada yang banting setir menjadi pengemudi ojek online, ada pula yang membuka jualan makanan kaki lima demi bertahan hidup.

“Daripada nganggur, lebih baik saya narik ojol. Setidaknya bisa buat makan,” ujar salah satu mantan pegawai SPBU di Jakarta Timur.

Masyarakat berharap pemerintah segera memberikan solusi konkret atas krisis BBM ini. Jika dibiarkan berlarut-larut, jalanan bisa berubah menjadi deretan kendaraan mogok massal, dan ribuan pekerja kehilangan pekerjaan. (Chl)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *