Bulog Sumut Serap 1.117 Ton Gabah Petani Awal 2026

Bulog Sumut Serap Ribuan Ton Gabah

MEDAN, Matanews — Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara (Sumut) mencatat penyerapan gabah kering panen (GKP) dari petani mencapai 1.117 ton sepanjang Januari 2026. Serapan tersebut setara dengan sekitar 558 ton beras dan menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga stabilitas harga pangan di daerah.

Pemimpin Wilayah Bulog Sumut Budi Cahyanto mengatakan, penyerapan gabah dilakukan di sejumlah sentra produksi padi di Sumatera Utara.

“Kami telah melakukan penyerapan sebanyak 1.117 ton atau setara 558 ton beras di berbagai daerah di Sumut,” ujar Budi di Medan, Rabu (4/2/2026).

Bulog

Menurut Budi, wilayah yang telah dilakukan penyerapan GKP meliputi Kabupaten Langkat, Kabupaten Deli Serdang, Kabupaten Simalungun, Kabupaten Batu Bara, Kabupaten Labuhanbatu Utara, dan Kabupaten Tapanuli Tengah. Penyerapan tersebut dilakukan langsung dari petani sesuai dengan ketentuan pemerintah.

Ia menjelaskan, serapan gabah pada awal Januari belum optimal lantaran sebagian besar petani di Sumatera Utara belum memasuki masa panen raya. Produksi padi masih relatif terbatas sehingga volume gabah yang diserap Bulog juga belum maksimal.

“Diprediksi masa panen padi dengan puncak panen diperkirakan berlangsung pada Maret hingga Mei 2026,” ucapnya.

Dalam pelaksanaan penyerapan, Bulog Sumut membeli GKP dari petani dengan harga Rp6.500 per kilogram, sesuai harga pembelian pemerintah (HPP). Gabah yang dibeli merupakan gabah yang telah dikemas dalam karung dan siap diangkut ke penggilingan terdekat.

Budi menambahkan, gabah yang diserap dari petani tersebut akan digunakan untuk berbagai kepentingan publik. Di antaranya untuk program bantuan pangan, program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), serta cadangan bantuan beras apabila terjadi bencana alam.

“Gabah yang kami serap nantinya diperuntukkan bagi kepentingan masyarakat, baik melalui bantuan pangan, SPHP, maupun untuk penanganan kondisi darurat seperti bencana,” katanya.

Ia juga mengimbau para petani agar segera melakukan panen apabila padi telah memasuki usia panen yang tepat. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga kualitas hasil panen sekaligus mendukung upaya penyerapan gabah oleh Bulog.

“Saya imbau para petani untuk segera memanen padi jika sudah tiba waktunya agar hasilnya maksimal,” ujar Budi.

Untuk tahun 2026, Bulog Sumut menargetkan penyerapan gabah kering panen mencapai 62.718 ton. Target tersebut ditetapkan guna menjaga stabilitas harga gabah dan beras di tingkat petani maupun konsumen di wilayah Sumatera Utara.

Sebagai perbandingan, pada 2025 Bulog Sumut mencatat serapan GKP mencapai sekitar 54.000 ton atau setara dengan 27.000 ton beras. Serapan tersebut dinilai berperan penting dalam menjaga keseimbangan pasokan dan harga beras di daerah tersebut.(Int)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *