Cuaca Brutal! BMKG: Waspada Banjir Hingga 29 November!

Peringatan keras Waspada disampaikan Kapolsek Batang Anai, Polres Padang Pariaman, Iptu Wadriadi, kepada warga

Air Naik Cepat, Rumah Warga Terjepit luapan Sungai wajib Mewaspadai

Padang, Matanews — Peringatan keras Waspada disampaikan Kapolsek Batang Anai, Polres Padang Pariaman, Iptu Wadriadi, kepada warga yang tinggal di sekitar Pasar Usang, Kecamatan Batang Anai. Luapan Sungai Batang Anai yang sejak Kamis (27/11/2025) pagi terus membesar, membuat kawasan itu masuk dalam zona rawan tinggi Banjir.

“Untuk warga di sekitar Pasar Usang kita imbau waspada dan segera mengevakuasi diri,” ujar Wadriadi saat ditemui di lokasi.
Ia menyebut, bertahan di rumah hanya akan menambah risiko keselamatan, mengingat debit air meningkat cepat dan tak menutup kemungkinan terjadi banjir susulan.

Menurutnya, keselamatan warga menjadi prioritas utama. “Yang pertama amankan diri dan keluarga dulu,” katanya.

Banjir
Peringatan keras Waspada disampaikan Kapolsek Batang Anai, Polres Padang Pariaman, Iptu Wadriadi, kepada warga.

Tak hanya bagi warga yang bermukim di bantaran sungai, imbauan juga dialamatkan kepada para pengguna jalan yang melintas dari arah Padang menuju Bukittinggi maupun sebaliknya.
Lalu lintas di kawasan itu lumpuh setelah sejumlah kendaraan mogok karena nekat menerobos banjir.

“Sementara ini belum ada jalur alternatif. Jalan Ulakan Tapakis yang biasanya dipilih pengendara juga terendam banjir,” kata Wadriadi.

Situasi tersebut membuat arus mobilitas masyarakat terhenti, terutama menuju Kota Pariaman dan Kabupaten Pasaman Barat.
Di sisi lain, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Minangkabau mengingatkan bahwa kondisi cuaca ekstrem berpotensi berlanjut hingga (29/11/2025) Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II Minangkabau, Desindra Deddy Kurniawan, menjelaskan bahwa fenomena cuaca ini diperkuat oleh keberadaan bibit siklon tropis 95B di wilayah Selat Malaka sejak (21/11/2025).

Bibit siklon tersebut memicu pertemuan massa udara di sejumlah wilayah di Sumatra Barat.
Kondisi ini dipadukan dengan nilai Indeks Dipole Samudera Hindia (IOD) yang negatif, sehingga meningkatkan pasokan uap air dalam jumlah besar ke atmosfer.

“Kombinasi faktor itu membuat atmosfer menjadi sangat labil. Potensi hujan lebat hingga sangat lebat, angin kencang, dan banjir bandang masih mungkin terjadi,” ujar Desindra.

Pemerintah daerah bersama aparat kepolisian dan BPBD terus melakukan langkah mitigasi, termasuk memantau debit sungai dan menyiagakan posko darurat.
Warga diimbau tetap mengikuti perkembangan informasi resmi dan tidak mendekati daerah aliran sungai yang sedang meluap.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *