DKI Perkuat Regulasi, Fasilitasi Industri Film Jakarta
DKI JAKARTA SERIUS JADI PUSAT FILM!
Jakarta, Matanews–Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus memperkuat regulasi dan memperluas fasilitasi bagi industri film guna membangun ekosistem perfilman yang maju, berdaya saing, dan berkelanjutan. Langkah ini sekaligus menegaskan komitmen Jakarta sebagai pusat industri kreatif nasional.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menegaskan bahwa program Jakarta Kota Sinema bukan sekadar jargon kebijakan, melainkan bagian dari agenda strategis pembangunan kota.
Menurut Rano, penguatan industri film dilakukan melalui berbagai kebijakan, mulai dari kemudahan produksi, tata kelola lokasi syuting, penataan ruang publik, hingga integrasi perizinan yang lebih sederhana dan transparan.
Selain itu, Pemprov juga memperkuat perlindungan terhadap karya dan pelaku industri, agar ekosistem perfilman Jakarta tumbuh secara sehat dan berkelanjutan.lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
Salah satu upaya konkret yang ditempuh Pemprov adalah mendukung penuh Jakarta Youth Film Festival (JYFF) 2026. Festival ini diposisikan sebagai motor penggerak subsektor perfilman dan konten audiovisual di Jakarta.
Rano meyakini, dalam dua tahun ke depan JYFF mampu berkembang menjadi ajang film anak muda berskala internasional.
“Kami berharap lahir karya-karya yang menyuarakan Jakarta dengan segala keberagaman dan dinamika. Saya sangat yakin dalam dua tahun ini Jakarta Youth Film Festival akan menjadi youth international,” katanya (4/2/26).
JYFF 2026 mengusung tema “Jakarta Kota Kita”. Festival ini menjadi ruang kreatif bagi generasi muda untuk berproses di dalam ekosistem perfilman, sekaligus wadah aktualisasi talenta muda yang sejalan dengan pengembangan ekonomi kreatif sebagai sumber pertumbuhan baru perekonomian Jakarta.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta, Iwan Setiawan, mengatakan JYFF merupakan bagian dari rangkaian Jakarta Creative Festival yang berlangsung hingga awal Juli 2026.
“Jakarta Youth Film Festival merupakan ide orisinil dari Pak Wagub. Kami eksekusi, karena BI punya kepentingan mendukung pertumbuhan ekonomi Jakarta dan visi Pemprov DKI,” ujar Iwan.
Ia meyakini, film bukan hanya membangun industri kreatif, tetapi juga menciptakan lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. [Red]





