DonTing Budayakan Pingpong Menuju Subang Ngabret
DonTing Guncang Subang Lewat Turnamen Pingpong
SUBANG, Tribrata.news – Semangat kebersamaan dan sportivitas mewarnai gelaran turnamen tenis meja bertajuk “Minggu Ceria Galuh Pakuan” yang berlangsung di kawasan Pujasera Wesel, Minggu (5/4/2026). Kegiatan yang digagas oleh LAK Galuh Pakuan ini sukses menyedot perhatian ratusan peserta dari berbagai kalangan, menjadikannya salah satu agenda olahraga rakyat yang paling dinantikan di Subang.
Turnamen terbuka tersebut tidak sekadar menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang interaksi sosial lintas generasi. Dari atlet muda berbakat hingga pemain senior, seluruh peserta tampak antusias mengikuti pertandingan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban.
Kehadiran tokoh perempuan inspiratif Subang, Tine Yowargana atau yang akrab disapa DonTing, menjadi sorotan utama dalam kegiatan ini. Dukungan aktifnya dinilai memperkuat semangat kolektif masyarakat dalam membudayakan olahraga sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
Wadah Silaturahmi dan Pembinaan Karakter
Dalam keterangannya, DonTing menegaskan bahwa olahraga memiliki peran strategis dalam membentuk karakter sekaligus menjaga kesehatan masyarakat. Ia menyebut kegiatan seperti ini menjadi medium efektif untuk mempererat hubungan sosial antarwarga.
“Olahraga adalah cara paling efektif membangun karakter dan kesehatan masyarakat. Melalui Minggu Ceria ini, kita ingin menanamkan gaya hidup sehat sekaligus memperkuat silaturahmi,” ujarnya.
Turnamen ini juga menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap olahraga tenis meja, yang selama ini dikenal sebagai cabang olahraga yang mudah diakses oleh berbagai lapisan masyarakat. Dengan fasilitas sederhana, olahraga ini mampu menghadirkan kompetisi yang kompetitif sekaligus inklusif.

Komitmen DonTing untuk Subang Ngabret
Keterlibatan DonTing dalam kegiatan ini disebut sebagai bagian dari komitmennya dalam mendorong kemajuan daerah melalui pendekatan berbasis masyarakat. Ia menilai potensi atlet tenis meja di Subang cukup besar dan perlu difasilitasi melalui kompetisi rutin.
“Kita ingin Subang tidak hanya berkembang dari sisi infrastruktur, tetapi juga sehat warganya. Semangat ‘Ngabret’ harus dimulai dari fisik yang prima dan mental yang kuat,” kata dia.
Visi “Subang Ngabret”atau Ngawangun Bareng Rakyat yang diusung DonTing menekankan pentingnya kolaborasi antara masyarakat dan pemangku kepentingan dalam membangun daerah secara berkelanjutan.
Dorongan Lewat Hadiah Pembinaan
Untuk meningkatkan motivasi peserta, panitia bersama DonTing menyediakan hadiah berupa uang pembinaan bagi para pemenang. Langkah ini diharapkan dapat mendorong para atlet, khususnya generasi muda, untuk terus mengasah kemampuan dan berprestasi di tingkat yang lebih tinggi.
Tidak hanya berdampak pada sektor olahraga, kegiatan ini juga memberikan efek ekonomi bagi masyarakat sekitar. Kehadiran ratusan pengunjung turut menggerakkan aktivitas pelaku UMKM di area Pujasera Wesel.

Menuju Ikon Olahraga Rakyat
Dengan tingginya antusiasme masyarakat, turnamen Minggu Ceria Galuh Pakuan diproyeksikan menjadi agenda rutin yang berkelanjutan. Kegiatan ini diharapkan mampu menjelma sebagai ikon olahraga rakyat di Subang yang inklusif, merakyat, dan berdampak luas.
Di tengah dinamika pembangunan daerah, olahraga seperti tenis meja kembali menemukan relevansinya sebagai perekat sosial sekaligus sarana membangun generasi yang sehat, tangguh, dan berdaya saing. (Slh)




