Dugaan Penistaan, Ting Ting Angkat Bicara Bantah Pemberitaan Honor Panitia BK 2025
Dugaan Penistaan
SUBANG, Matanews — Pelaksana Tugas (Plt.) Ketua Umum Pengurus Provinsi (Pengprov) Muaythai Indonesia Jawa Barat, Dewi Kandiaty Parasmesti Tine Yowargana, mengaku heran atas munculnya pemberitaan di media daring Pelita Jabar yang dinilainya tidak profesional dan cenderung menyudutkan dirinya.
Pemberitaan tersebut mempertanyakan soal honor panitia penyelenggara Babak Kualifikasi (BK) Muaythai Jawa Barat 2025 yang digelar di Kota Bandung pada Desember lalu. Menurut Tine yang akrab disapa Ting Ting isu tersebut tidak berdasar dan berpotensi menyesatkan publik.

“Tidak ada honor panitia, tidak pernah ada kesepakatan pemberian honor, dan memang tidak ada aturan yang mengatur panitia harus diberikan honor,” kata Ting Ting kepada Matanews, Selasa (6/1/2025).
Tidak Ada Honor, Hanya Apresiasi Tugas
Ting Ting menegaskan, seluruh unsur yang terlibat dalam penyelenggaraan BK Muaythai Jabar 2025 telah mendapatkan apresiasi sesuai dengan peran dan tanggung jawab masing-masing. Wasit, juri, tenaga medis, hingga relawan (volunteer) disebut telah menerima bentuk penghargaan yang disesuaikan dengan tugasnya.
Ia menekankan bahwa kepanitiaan dalam sebuah event olahraga prestasi merupakan satu kesatuan kerja kolektif yang bertanggung jawab terhadap pengelolaan anggaran yang bersifat swakelola.
“Artinya, semua yang terlibat dalam kepanitiaan merupakan satu kesatuan yang bertanggung jawab terhadap dana yang diswakelolakan kepada panitia event. Termasuk pada pelaksanaan BK Muaythai Jabar Desember 2025 kemarin,” ujar Ting Ting.
Sumber Dana Terbatas, Beban Biaya Besar
Terkait pembiayaan, Ting Ting memaparkan bahwa dana penyelenggaraan BK Muaythai Jabar 2025 tidak sepenuhnya ditopang anggaran besar. Biaya hanya bersumber dari pendaftaran peserta serta bantuan KONI Jawa Barat sebesar Rp50 juta.
Di sisi lain, total kebutuhan anggaran penyelenggaraan mencapai sekitar Rp350 juta. Kekurangan dana tersebut, menurutnya, ditutup melalui upaya mandiri panitia dengan mencari sponsor serta swadaya internal.
“Untuk penyelenggaraan BK itu, kami menghabiskan dana sekitar Rp350 juta. Kami berusaha mencapainya dengan sponsor dan swadaya sendiri,” ungkapnya.
Ting Ting mengakui bahwa sempat ada pertimbangan pemberian kadeudeuh atau penghargaan tambahan kepada panitia. Namun, rencana tersebut belum sempat direalisasikan lantaran padatnya agenda setelah pelaksanaan BK.
“Setelah BK selesai, kami langsung bertolak ke Bangkok, Thailand, untuk mendampingi atlet yang akan berlaga di SEA Games,” katanya.
Dinilai Menyudutkan dan Berpotensi Pencemaran Nama Baik
Atas pemberitaan yang beredar, Ting Ting menilai terdapat indikasi upaya menyudutkan dirinya secara personal, sekaligus mereduksi kerja kolektif kepanitiaan dan Pengprov Muaythai Jabar.
Ia bahkan menyebut pemberitaan tersebut berpotensi mengandung unsur dugaan pencemaran nama baik, yang membuka kemungkinan untuk ditempuh melalui jalur hukum.
“Pemberitaan itu saya nilai mengarah pada penistaan atau pencemaran nama baik. Ini sedang kami kaji,” ujarnya.
Pertimbangkan Langkah Hukum
Saat ini, Ting Ting mengaku tengah mempertimbangkan secara serius untuk membawa persoalan tersebut ke ranah hukum. Langkah ini, menurutnya, diambil bukan semata untuk kepentingan pribadi, melainkan sebagai bentuk tanggung jawab atas jabatan yang diembannya.
“Saya pertimbangkan jalur hukum, karena kapasitas saya sebagai Ketua Panitia Pelaksana, Sekretaris Umum Pengprov, sekaligus Plt. Ketua Umum Pengprov Muaythai Indonesia Jawa Barat,” tandasnya.
Ia menambahkan bahwa tim hukum Pengprov Muaythai Jawa Barat saat ini sedang mempelajari dan mempersiapkan langkah-langkah hukum yang diperlukan sebelum keputusan final diambil. (Wly)






