Empat Perwakilan Daerah Bicara Soal Emosi Kemenangan di Tengah 22 Juara BK Menuju Porprov 2026

Babak Kualifikasi (BK) Muay Thai menuju Porprov 2026 melahirkan 22 atlet juara dari berbagai kelas dan kabupaten. Namun hanya empat atlet

Porprov 2026: Empat Wajah Baru Mewakili Daerah

BANDUNG, Matanews — Babak Kualifikasi (BK) Muay Thai menuju Porprov 2026 melahirkan 22 atlet juara dari berbagai kelas dan kabupaten. Namun hanya empat atlet terpilih yang berkesempatan memberikan kesaksian langsung tentang perjalanan emosional mereka: Ananda, Amalia, Maureen, dan Yusep. Keempatnya merupakan perwakilan daerah yang tampil menonjol dan berhasil mencuri sorotan. Mereka datang dari daerah yang berbeda, namun berbagi satu garis merah: kemenangan ini bukan sekadar angka di papan poin, melainkan puncak dari pergulatan perasaan, tekad, dan disiplin panjang, Minggu (7/12/2025).

Ananda Perwakilan Lukasi dengan Ketenangan dan Kombinasi Teknik Bersih

Dari kelas 51 kilogram putri, Ananda Amerensi Milka Y, salah satu dari 22 juara yang berhasil naik podium, tampil sebagai perwakilan Kabupaten Bekasi yang paling konsisten. “Senang. Pokoknya rasa senang saja bisa jadi juara,” ujarnya singkat.

Kemenangan Ananda ditopang oleh kombinasi pukulan rapih strike, hook, jab, hingga locking yang sejak awal menjadi senjata utamanya. Ia kini resmi mengisi barisan perwakilan Lukasi menuju Porprov 2026.

Empat
Dari kelas 51 kilogram putri, Ananda Amerensi Milka Y

Amalia: Dari Ketertinggalan Menjadi Comeback Terbaik Bogor

Di kelas 45 kilogram putri, atlet Kabupaten Bogor, Amalia Norma Liani, menjadi sosok yang paling dramatis di antara 22 juara hari itu. Ia mengakui awalnya tertekan. “Alhamdulillah, senang… gak menyangka,” katanya dengan napas yang masih berat.

Ronde pertama membuatnya tertinggal poin. Namun ia membaca tanda-tanda kelelahan dari sudut biru. Pada ronde kedua dan ketiga, Amalia menekan tanpa henti hingga akhirnya membalikkan keadaan. Ia kini berdiri sebagai salah satu perwakilan Bogor yang siap melaju ke Porprov 2026.

Empat
Di kelas 45 kilogram putri, atlet Kabupaten Bogor, Amalia Norma Liani

Maureen: Bekasi Mengirim Petarung Tenang yang Mengandalkan Syukur

Wakil Kabupaten Bekasi, Maureen Natasya Tumalun, juara kelas 60 kilogram putri, melihat kemenangan ini sebagai buah dari keyakinan dan ketenangan. “Puji Tuhan, sangat-sangat bersyukur,” katanya pelan.

Tendangan lawan justru menjadi pemantik fokusnya. Dari situ momentum berubah. Kemenangan Maureen membuat Bekasi mengamankan perwakilan penting untuk Porprov mendatang.

Empat
Wakil Kabupaten Bekasi, Maureen Natasya Tumalun, juara kelas 60 kilogram putri

 

Yusep: Dua Wakil Bogor, Satu Tekad untuk Menghapus Luka Kekalahan Lama

Di antara 22 juara BK tahun ini, M Yusep Saepuloh, perwakilan Kabupaten Bogor kelas 57 kilogram putra, menjadi sosok dengan cerita paling emosional. “Yang paling utama saya bersyukur atas rida Allah,” ujarnya.

Namun fondasi kemenangan ini justru berasal dari masa lalu. Kekalahan pahit dalam turnamen sebelumnya menoreh luka yang membuatnya enggan merasakannya lagi.“Sejak itu saya benci kekalahan… saya enggak mau kalah lagi,” katanya. Yusep menggambarkan dirinya sebagai “traktor yang kejam di ring tapi baik hati di luar arena.” Tekadnya yang membara itu kini memberikan Bogor satu lagi perwakilan menuju Porprov 2026.

Empat
M Yusep Saepuloh, perwakilan Kabupaten Bogor kelas 57 kilogram putra.

 

Empat Suara Mewakili 22 Juara

Dari total 22 atlet yang menjadi juara, hanya empat yang membuka perasaan dan cerita perjuangan mereka. Namun keempat suara itu cukup untuk mencerminkan atmosfir BK tahun ini: emosi yang tebal, rasa syukur, ketekunan, dan janji untuk tampil lebih matang di panggung Porprov 2026. (Dtw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *