Harap Mengungsi! Semeru Batuk Keras, Kolom Abu Capai 1.000 Meter.

Aktivitas Gunung Semeru kembali meningkat signifikan sepanjang Senin hingga Selasa (24-25/11/2025).Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana

Status Awas! Warga Diminta Menjauh delapan Kilometer

JAKARTA, Matanews— Aktivitas Gunung Semeru kembali meningkat signifikan sepanjang Senin hingga Selasa (24-25/11/2025).Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menetapkan status gunung tertinggi di Jawa  itu berada pada Level IV atau Awas, tingkat tertinggi dalam sistem mitigasi gunung api Indonesia.

Peningkatan aktivitas vulkanik memicu banjir lahar hujan, erupsi beruntun, hingga ancaman luncuran awan panas guguran yang masih sangat tinggi.

Banjir Lahar Hujan Kembali Terpantau

Sejak Senin malam hingga Selasa pagi (24-25/11/2005), getaran banjir lahar hujan kembali terekam oleh instrumen seismik. Hujan lebat yang mengguyur area puncak membawa material vulkanik hasil erupsi sebelumnya.

Meski sering disebut lahar dingin, sebagian material masih dapat bersuhu hangat karena berasal dari endapan erupsi baru. Arus lahar yang mengalir deras ini memasuki beberapa area rendah di sepanjang Besuk Kobokan. PVMBG mengingatkan bahwa material lahar dapat membawa batuan besar dan kayu gelondongan, serta mampu menghancurkan bangunan di sekitar aliran sungai.

Erupsi Berulang Sejak Dini Hari

Semeru
Aktivitas Gunung Semeru kembali meningkat signifikan, Warga melakukan evakuasi mandiri.

Pada Selasa dini hari hingga siang (24-25/11/2025), Semeru tercatat meletus beberapa kali. Setiap letusan memunculkan kolom abu setinggi 500 hingga 1.000 meter dari puncak. Abu vulkanik terbawa angin ke arah tenggara–selatan. Warga di sekitar Kecamatan Pronojiwo dan Candipuro melaporkan suara gemuruh yang terdengar beberapa kali. PVMBG menyebut aktivitas ini konsisten dengan karakter Semeru yang berada dalam fase erupsi berkelanjutan.

Ancaman Awan Panas Guguran Masih Tinggi

Selain lahar hujan, potensi awan panas guguran (APG) atau wedhus gembel masih menjadi ancaman utama. PVMBG memperingatkan APG berpeluang meluncur ke sektor tenggara melewati Besuk Kobokan sejauh belasan kilometer. Jalur ini adalah rute luncuran awan panas yang berulang sejak beberapa tahun terakhir.

Petugas di lapangan mengimbau warga untuk tidak mendekati tepi sungai hanya untuk mengamati atau merekam arus lahar. Tanah di sisi sungai rawan longsor dan dapat runtuh sewaktu-waktu, terlebih saat aliran lahar mengikis dasar sungai.

Zona Merah — Area Terlarang
PVMBG, BNPB, dan BPBD

Lumajang menetapkan zona yang wajib steril dari aktivitas warga:
• Sektor Tenggara (Besuk Kobokan):
• Dilarang masuk sejauh 13 km dari puncak.
• Untuk mitigasi lahar, kewaspadaan diperpanjang menjadi 17–20 km mengikuti alur sungai.
• Sempadan Sungai
• Dilarang beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan.
• Radius Puncak:
• Dilarang beraktivitas dalam radius 8 km dari kawah.

PVMBG menyatakan aturan ini bersifat wajib, mengingat kondisi Semeru yang dapat berubah secara tiba-tiba.

Status Tanggap Darurat Diperpanjang

Pemerintah Kabupaten Lumajang resmi memperpanjang Status Tanggap Darurat hingga (2/12/2025) Perpanjangan ini mempertimbangkan potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu banjir lahar susulan serta kemungkinan terjadinya erupsi yang lebih besar.

BPBD melaporkan adanya aliran lahar yang mendekati permukiman dan area warung, terutama di titik-titik rendah dekat alur sungai. Petugas gabungan ditempatkan di beberapa pos untuk memantau perubahan cuaca dan aktivitas vulkanik.

Warga diminta melakukan evakuasi mandiri bila hujan deras turun di wilayah puncak, meskipun area tempat tinggal tidak sedang hujan.
Arus lahar dapat muncul tiba-tiba dan bergerak cepat.
BPBD Lumajang menegaskan agar masyarakat tetap mengandalkan informasi resmi dari PVMBG, BNPB, atau kanal komunikasi pemerintah daerah. (Dtw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *