Harga Daging Sapi dan Telur Naik di Kramat Jati

Harga Daging Meroket Jelang Imlek!

JAKARTA, Matanews — Harga sejumlah komoditas pangan strategis di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, mulai merangkak naik menjelang perayaan Tahun Baru Imlek dan bulan suci Ramadan 2026. Kenaikan paling terasa terjadi pada daging sapi dan telur ayam, dua bahan pokok yang selalu mengalami lonjakan permintaan pada momen hari besar keagamaan.

Daging

Kepala Seksi Peternakan dan Kesehatan Hewan Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jakarta Timur, Theresia Ellita, membenarkan adanya tren kenaikan harga tersebut.

“Memang ada kenaikan, khususnya di daging sapi. Ini menjadi catatan kami untuk diteruskan ke tingkat atas terkait kebijakan yang akan diambil,” ujar Ellita saat ditemui di Pasar Kramat Jati, Kamis (12/2/2026).

Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, harga daging sapi kini berada di kisaran Rp140 ribu hingga Rp150 ribu per kilogram. Angka tersebut mengalami kenaikan sekitar Rp10 ribu dibandingkan harga sebelumnya yang masih berada pada rentang Rp130 ribu hingga Rp140 ribu per kilogram.

“Kenaikan ini mulai terasa sekitar dua minggu terakhir,” katanya.

Meski demikian, Ellita memastikan bahwa dari sisi ketersediaan pasokan, stok daging sapi di wilayah Jakarta Timur masih dalam kondisi aman. Para pedagang, kata dia, tidak mengetahui secara pasti penyebab utama lonjakan harga karena mereka hanya menerima harga dari jalur distribusi atas.

“Stok sebenarnya ada. Pedagang hanya sebagai penerima. Dari hasil wawancara, harga di tingkat rumah potong hewan (RPH) sudah berada di batas standar tertinggi,” jelasnya.

Selain daging sapi, telur ayam juga menunjukkan tren kenaikan menjelang meningkatnya kebutuhan masyarakat. Harga telur ayam yang sebelumnya berada di kisaran Rp29 ribu per kilogram, kini naik menjadi sekitar Rp31 ribu per kilogram di tingkat pengecer.

“Memang ada kecenderungan naik sedikit,” tutur Ellita.

Suku Dinas KPKP Jakarta Timur terus melakukan pemantauan intensif terhadap pergerakan harga dan ketersediaan bahan pangan, baik di pasar tradisional maupun pasar modern. Data tersebut akan dilaporkan kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta serta kementerian terkait sebagai bahan evaluasi kebijakan pengendalian harga.

Langkah pengawasan ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi terhadap potensi lonjakan harga yang lebih tinggi menjelang puncak perayaan Imlek dan Ramadan. Pemerintah berharap stabilitas pasokan tetap terjaga sehingga daya beli masyarakat tidak semakin tertekan.

Dengan pengawasan berkelanjutan, Pemkot Jakarta Timur optimistis kebutuhan daging sapi dan telur ayam warga tetap dapat terpenuhi, meskipun terjadi peningkatan permintaan akibat momentum hari besar keagamaan. [Red]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *