IHSG Ditutup Menguat, Transparansi Otoritas Redam Isu MSCI

MSCI DIHADAPI, IHSG MELAWAN!

Jakarta, Matanews– Setelah diguncang tekanan dalam beberapa hari terakhir, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya bangkit. Pada penutupan perdagangan Rabu (4/2/2026), IHSG melesat 199,87 poin atau 2,52 persen ke posisi 8.122,60, didorong oleh respons positif pasar terhadap langkah transparan otoritas pasar modal Indonesia dalam merespons isu peninjauan Morgan Stanley Capital International (MSCI).

Penguatan ini sekaligus menjadi sinyal pemulihan kepercayaan investor setelah bursa sempat tertekan oleh kekhawatiran terkait status Indonesia dalam indeks global tersebut.

Indeks LQ45 ikut terkerek naik 17,48 poin atau 2,17 persen ke level 823,72, menandakan reli tidak hanya terjadi pada saham lapis kedua, tetapi juga emiten-emiten berkapitalisasi besar.

Perdagangan hari itu diawali dengan tekanan. IHSG sempat bergerak di zona merah sebelum berbalik arah dan bertahan di teritori hijau hingga penutupan sesi kedua.

Menurut Wafi, untuk sepekan ke depan IHSG berpotensi bergerak konsolidasi cenderung menguat. Namun, investor asing masih bersikap wait and see menunggu pengumuman lanjutan dari MSCI.

Sebaliknya, investor domestik mulai agresif melakukan bargain hunting, seiring mendekatnya musim rilis laporan keuangan penuh tahun buku 2025.
IHSG

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, seluruh 11 sektor ditutup menguat.
Penguatan dipimpin oleh:

Barang baku: +6,52%

Properti: +5,02%

Transportasi & logistik: +4,97%

Di jajaran saham, penguatan terbesar dicatat oleh HUMI, LEAD, GTSI, BUMI, dan OASA.
Sementara saham yang melemah paling dalam adalah NSSS, MORA, FILM, INTD, dan RMKO.

Aktivitas perdagangan juga melonjak.
Tercatat 3,27 juta transaksi dengan volume 61,09 miliar saham dan nilai transaksi mencapai Rp29,35 triliun.

Rinciannya:

654 saham menguat

108 saham melemah

56 saham stagnan

Faktor Global: Emas, Inflasi, dan Data AS

Dari pasar komoditas, emas dan perak rebound setelah dua hari aksi jual masif. Wafi menilai koreksi sebelumnya lebih merupakan penyesuaian posisi ketimbang tren turun jangka panjang.

Dari global, pelaku pasar mencermati:

Inflasi Eropa Januari 2026: diperkirakan 1,8% (yoy), turun dari 1,9%.

ISM Service PMI AS: diproyeksi stabil di 54,3.

Bursa Asia Kompak Hijau

Sentimen positif juga meluas ke kawasan Asia:

Nikkei: +3,92% ke 54.720,69

Shanghai: +1,29% ke 4.067,73

Hang Seng: +0,22% ke 26.834,76

Straits Times: +1,06% ke 4.944,08

[Red]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *