- Kapolres Kepulauan Seribu Pantau Langsung Arus Mudik dan Kunjungan Wisatawan
- Jaga Keamanan Warga Mudik, Polsek Tambora Gelar Patroli Biru di Pemukiman
- Polres Pelabuhan Tanjung Priok Gelar Sosialisasi, Tips Mudik Aman, Keluarga Nyaman
- Polsek Metro Gambir Gelar Patroli di Stasiun Gambir
- Situasi Lalu Lintas Hari Kesembilan Operasi Ketupat 2025
- Polisi Siap Amankan Pengunjung TMII Jakarta Timur
- Bintang Dua untuk Sang Predator Narkoba! Mukti Juharsa Resmi Naik Pangkat
- Kapolri: Idul Fitri Jadi Momen Kebersamaan dan Memperkuat Persatuan
- Tebar Kepedulian, Siswa SIP 54 Bantu Penghuni Panti Disabilitas Ganda
- Kakorlantas: Persiapan Arus Balik Jadi Fokus Selanjutnya
Inggris Bela Serangan Roket Hamas ke israel

LONDON - Seorang anggota Parlemen Inggris membela serangan roket yang dilesakkan oleh Hamas ke arah Israel. Namun pembelaannya itu diganjar dengan sanksi indisipliner terhadapnya.
Anggota Parlemen Inggris dari Partai Liberal Demokrat, David Ward, lewat akun Twitter miliknya menulis pernyataan yang membela serangan roket dari Hamas.
"The big question is - if I lived in #Gaza would I fire a rocket? - probably yes. 'Pertanyaan besar saat ini, apabila saya tinggal di #Gaza apakah saya akan menembakkan roket? mungkin saja iya'," tulis Ward dalam akun pribadinya, seperti dikutip The Guardian, Rabu (23/7/2014).
Baca Lainnya :
- Unjuk Rasa Anti-Yahudi Dikecam Eropa dan Dunia
- Usai Bertempur, banyak Tentara Israel Hilang di Jalur Gaza
- Microsoft Update Windows 8.2 Agustus?
- Korban dan Pelaku Pemerkosaan parah menderita kelainan
- Fatima Nabil, Presenter TV Berjilbab Pertama di Mesir
Pihak Partai Liberal Demokrat pun langsung melontarkan kecaman atas tulisan dari Ward. Juru bicara partai mengatakan bahwa pihak partainya akan menerapkan sanksi terhadap Ward.
Sementara pihak Partai Konservatif yang menguasai koalisi pemerintahan bersama Liberal Demokrat menyatakan Ward harus menarik komentarnya.
"Tidak seharusnya seorang anggota parlemen menulis tindakan yang memicu kekerasan. Tindakannya tidak bertanggung jawab," ucap pihak Konservatif.
Ini bukan pertama kalinya Ward mengecam tindakan Israel. Pada Juli 2013 lalu, Ward menyebut pihak Zionis diambang kekalahan dalam perang. Dirinya pun mempertanyakan sampai kapan negara apartheid seperti Israel bisa bertahan.
