Jaksel Gencar Kerja Bakti 3 Kali Sepekan Cegah Banjir

Jaksel Gencar Kerja Bakti 3 Kali Sepekan Cegah Banjir

JAKARTA, MatanewsPemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan menggencarkan kegiatan kerja bakti rutin sebanyak tiga kali dalam sepekan sebagai upaya menciptakan lingkungan yang bersih sekaligus meminimalkan potensi genangan saat hujan. Program ini menjadi bagian dari langkah strategis Pemkot Jakarta Selatan dalam memperkuat mitigasi bencana hidrometeorologi di wilayahnya.Kerja

Wali Kota Jakarta Selatan Muhammad Anwar mengatakan kerja bakti dilakukan secara serentak di seluruh wilayah mulai dari tingkat kelurahan hingga kota. Kegiatan tersebut dijadwalkan rutin setiap Selasa, Jumat, dan Minggu, dengan melibatkan aparat pemerintah, petugas kebersihan, serta partisipasi aktif masyarakat.

“Itu rutin kami lakukan di setiap wilayah. Untuk kerja bakti dalam skala besar, dilaksanakan satu bulan sekali dengan titik lokasi yang berpindah-pindah,” kata Anwar di Jakarta, Selasa (10/2/2026).

Anwar menuturkan pihaknya telah menginstruksikan seluruh jajaran di tingkat kecamatan dan kelurahan agar memastikan kegiatan kerja bakti berjalan optimal. Fokus utama kerja bakti meliputi pembersihan saluran air, pengangkatan sampah, pemangkasan pohon, serta penataan lingkungan di kawasan rawan genangan.

Selain kerja bakti, Pemkot Jakarta Selatan juga terus mengintensifkan berbagai upaya mitigasi bencana untuk mengantisipasi potensi banjir dan genangan. Menurut Anwar, langkah-langkah tersebut telah dilakukan secara konsisten sejak enam bulan terakhir dan masih terus berjalan hingga kini.

“Upaya ini sebenarnya sudah kami lakukan secara intensif sejak enam bulan lalu dan hingga saat ini masih terus berjalan,” ujar Anwar.

Melalui Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA), Pemkot Jakarta Selatan secara rutin melaksanakan normalisasi sungai, pengerukan sedimen di kali-kali besar, serta pembangunan dan normalisasi embung agar daya tampung air semakin optimal. Langkah ini dinilai efektif untuk memperlancar aliran air dan mengurangi risiko luapan saat hujan deras.

Di samping itu, Pemkot Jakarta Selatan juga mengintensifkan pembangunan sumur resapan dengan kedalaman mencapai 30 meter. Sumur resapan tersebut mampu menyerap hingga 10.000 liter air dalam waktu sekitar 20 menit, sehingga berperan penting dalam mengurangi beban saluran drainase saat curah hujan tinggi.

“Seluruh pengadaan peralatan dan pendukung kegiatan ini juga terbantu melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR,” ucap Anwar.

Anwar berharap berbagai upaya yang dilakukan dapat menjadi contoh sekaligus mendorong kesadaran masyarakat untuk lebih aktif menjaga kebersihan lingkungan, terutama dalam pengelolaan sampah rumah tangga. Ia menegaskan bahwa kepedulian terhadap lingkungan harus menjadi bagian dari gaya hidup sehari-hari, tidak hanya saat musim hujan.

“Kepedulian terhadap lingkungan harus terus ditingkatkan, tidak hanya pada saat musim hujan. Menjaga kebersihan harus menjadi aktivitas rutin dalam kehidupan sehari-hari,” pungkas Anwar.[Int]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *