Jalan Rusak Jaksel Capai 53,81 Km, Warga Waswas
Jalan Berlubang Mengintai Keselamatan Warga Jakarta Selatan
JAKARTA, Matanews – Badan Pusat Statistik (BPS) Jakarta Selatan mengungkapkan bahwa sepanjang 53,81 kilometer (km) jalan di wilayah Jakarta Selatan mengalami kerusakan sejak 2024. Kondisi tersebut dinilai perlu segera ditangani demi menjamin keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.
Kepala BPS Jakarta Selatan Akhmad Fikri mengatakan, berdasarkan pendataan kondisi jalan sepanjang tahun 2024, total panjang jalan di wilayah Jakarta Selatan tercatat mencapai 1.999,82 km yang seluruhnya berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
“Berdasarkan kondisi jalan pada 2024, total 53,81 km mengalami kerusakan,” kata Akhmad saat dihubungi di Jakarta, Selasa (10/2/2026).

Ia menjelaskan, selain ruas jalan yang rusak, terdapat pula 1.531,99 km jalan dalam kondisi baik dan 414,02 km dalam kondisi sedang. Sementara itu, BPS memastikan tidak ada ruas jalan di Jakarta Selatan yang masuk dalam kategori rusak berat.
Menurut Akhmad, kondisi ini menunjukkan bahwa secara umum kualitas infrastruktur jalan di Jakarta Selatan masih tergolong baik. Hal tersebut juga didukung oleh jenis permukaan jalan yang hampir seluruhnya telah berlapis aspal, sehingga mampu menunjang mobilitas masyarakat dan kelancaran aktivitas ekonomi.
“Panjang jalan di Jakarta Selatan pada 2024 tercatat mencapai 1.999,82 km, seluruhnya berada di bawah kewenangan pemerintah provinsi,” ujarnya.
BPS mencatat, data panjang dan kondisi jalan menjadi salah satu indikator penting dalam menilai kelayakan infrastruktur perkotaan. Jalan yang baik akan berdampak langsung pada peningkatan keselamatan, efisiensi transportasi, serta pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut.
Meski demikian, Akhmad menyebutkan bahwa data kondisi jalan pada 2024 relatif sama dengan tahun sebelumnya, yakni 2023, sehingga tidak terdapat kenaikan maupun penurunan signifikan terkait panjang jalan yang mengalami kerusakan.
Di lapangan, sejumlah ruas jalan yang mengalami kerusakan masih dapat dijumpai, salah satunya di Jalan Wolter Monginsidi, Jakarta Selatan. Pada ruas jalan tersebut, tampak beberapa lubang yang membuat laju kendaraan harus melambat demi menghindari risiko kecelakaan.
Di sejumlah titik lainnya, terlihat pasir yang ditaburkan untuk menutup lubang jalan, serta kondisi permukaan jalan yang tidak rata. Situasi ini kerap dikeluhkan pengendara, terutama pada jam-jam sibuk karena dapat memicu kemacetan dan meningkatkan potensi kecelakaan lalu lintas.
Masyarakat pun berharap agar pemerintah daerah dapat segera melakukan perbaikan menyeluruh terhadap ruas jalan yang rusak, sehingga keamanan, kenyamanan, dan kelancaran mobilitas warga Jakarta Selatan dapat terus terjaga.[Int]






