Kebakaran Dini Hari Hanguskan 16 Rumah, Kerugian Hampir Rp3 Miliar
Kebakaran Dini Hari Hanguskan 16 Rumah, Kerugian Hampir Rp3 Miliar
JAKARTA, Matanews – Kebakaran hebat melanda kawasan permukiman padat penduduk di Jalan Bangka III, RT 14/RW 02, Kelurahan Bangka, Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Selasa (10/2/2026) dini hari. Sebanyak 16 rumah hangus terbakar dengan total kerugian ditaksir mencapai lebih dari Rp2 miliar.
Kepala Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Sudin Gulkarmat) Jakarta Selatan Asril Rizal mengatakan, nilai kerugian material akibat peristiwa tersebut diperkirakan mencapai Rp2.938.640.000.
“Taksiran kerugian Rp2.938.640.000,” ujar Asril kepada wartawan di Jakarta, Selasa (10/2/2026).
Asril menjelaskan, laporan kebakaran diterima pihaknya pada pukul 04.39 WIB. Petugas langsung bergerak cepat dengan mengerahkan 19 unit mobil pemadam kebakaran dan 91 personel ke lokasi kejadian.
Menurut dia, kronologi kejadian bermula sekitar pukul 04.30 WIB. Istri salah seorang saksi mendengar suara seperti benda terbakar dari bagian atap rumah. Ia kemudian membangunkan seluruh anggota keluarga agar segera menyelamatkan diri sebelum api membesar.
“Berdasarkan keterangan saksi, api awalnya terlihat dari atap rumah. Tak lama kemudian, api cepat menjalar ke bangunan di sekitarnya,” kata Asril.
Saksi lain di lokasi menyebutkan, sumber api diduga berasal dari kabel udara di tiang listrik milik PLN. Percikan api diduga memicu kebakaran yang dengan cepat merambat ke deretan rumah semi permanen di kawasan tersebut.
Petugas pemadam tiba di lokasi pada pukul 04.48 WIB dan langsung melakukan pemadaman. Proses pemadaman berlangsung selama lebih dari tiga jam hingga api benar-benar berhasil dipadamkan pada pukul 07.55 WIB.
“Kondisi bangunan yang rapat dan sebagian besar semi permanen membuat api cepat menjalar. Namun, alhamdulillah api berhasil dikendalikan dan tidak meluas ke wilayah lain,” ujar Asril.
Akibat kebakaran itu, sebanyak 55 jiwa dari 22 kepala keluarga terpaksa mengungsi. Mereka kehilangan tempat tinggal dan sebagian besar harta benda. Meski demikian, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa tersebut.
“Tak ada korban jiwa. Luas area terbakar sekitar 875 meter persegi, dengan dugaan penyebab fenomena listrik,” ungkap Asril.
Hingga siang hari, petugas masih melakukan pendinginan serta memastikan tidak ada titik api yang berpotensi memicu kebakaran ulang. Sementara itu, aparat kelurahan dan instansi terkait mulai mendata para korban untuk penyaluran bantuan darurat.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat akan tingginya risiko kebakaran di kawasan permukiman padat, terutama yang memiliki instalasi listrik tidak standar. Pemerintah daerah mengimbau warga untuk rutin memeriksa kondisi instalasi listrik di rumah guna mencegah kejadian serupa.[Int]






