Ketua The Print (Prabowonomics Institute), Yonge Sihombing, S.E., M.B.A: Pemerintah dan Masyarakat Jangan Panik
Ketua The Print (Prabowonomics Institute), Yonge Sihombing, S.E., M.B.A: Pemerintah dan Masyarakat Jangan Panik
JAKARTA, Matanews – Prabowonomics Institute merilis tanggapannya terhadap prediksi Jusuf Kalla bahwa Indonesia bisa mengalami kekacauan (chaos) pada Juli-Agustus 2026.
Jusuf Kalla, Mantan Wakil Presiden RI, menyampaikan prediksi ini dalam sebuah acara diskusi ekonomi beberapa hari lalu.
Ia menekankan, pentingnya pemerintah mengambil kebijakan yang tepat untuk mengatasi tantangan ekonomi dan fiskal.
Menurut Muhammad Said Didu, pengamat ekonomi dan politik, Jusuf Kalla memperingatkan bahwa defisit anggaran bisa mencapai 1.000 triliun rupiah jika tren defisit berlanjut.
Jusuf Kalla menyebutkan dua ancaman besar yang melatarbelakangi kekhawatirannya, yaitu eskalasi ketegangan geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat, serta warisan utang besar peninggalan pemerintahan Joko Widodo.

Jika ini terjadi, dampaknya akan sangat terasa di lapisan bawah, seperti jalan-jalan di daerah rusak tidak diperbaiki, daerah kehabisan uang, dan Puskesmas tidak mampu lagi melayani masyarakat.
Ketua The Print (Prabowonomics Institute), Yonge Sihombing, S.E., M.B.A, menanggapi prediksi Jusuf Kalla
Bukanlah sesuatu yang mengejutkan, mengingat kondisi ekonomi saat ini yang memang memerlukan perhatian serius dari pemerintah.
Justru Yonge mempertanyakan mengapa Jusuf Kalla menyampaikan prediksinya dalam situasi politik global sedang mengalami goncangan, apakah ini bagian dari skenario kepanikan Jusuf Kalla?, ujarnya dalam keterangan THE PRINT Prabowonomics Institute belum lama ini.
Karena Jusuf Kalla hanya menyoroti fiskal, hutang luar negeri, dan politik global tanpa menjelaskan langkah dan upaya yang telah dilakukan pemerintah, dan capaian ekonomi pemerintah, Ujar Yonge.
Jusuf Kalla juga tidak memberikan solusi konkret untuk mengatasinya. Mestinya ada solusinya, apalagi beliau mantan wakil presiden.Karena itu Yonge menyampaikan agar pemerintah dan masyarakat jangan panik dengan prediksi dan skenario kepanikan Jusuf Kalla, karena kepanikan hanya akan memperburuk situasi. (Rdf)








