Komedian Mudy Taylor Meninggal pada Usia 53 Tahun
Komedian Mudy Taylor Tutup Usia, Dunia Hiburan Berduka
JAKARTA, Matanews — Dunia komedi Indonesia kembali kehilangan salah satu sosok pentingnya. Komedian dan aktor Mudy Taylor, bernama asli Dhimas Mudiarto Ramelan Sutarto, meninggal dunia pada Senin, (25/11/2025), dalam usia 53 tahun. Kabar duka tersebut pertama kali disampaikan rekan sesama komedian, Jarwo Kwat, melalui unggahan di media sosial yang kemudian menyebar luas di kalangan pelaku seni.
Jarwo, melalui sebuah foto hitam putih Mudy Taylor yang disertai ucapan belasungkawa dari Persatuan Seniman Komedi Indonesia, menuliskan pesan perpisahan sederhana namun sarat kehangatan. “Innalillahi wa inna ilaihirooji’un. Selamat jalan Mudi, semoga diampuni segala dosanya, diterima amal ibadahnya,” tulisnya.

Perjalanan Panjang dari Musik ke Komedi
Lahir pada (25/6/1972), Mudy Taylor tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan musik. Sejak kecil ia telah mengenal berbagai alat musik, namun kecintaannya pada dunia musikal benar-benar terasah saat menempuh pendidikan tinggi. Gitar menjadi instrumen yang paling melekat pada dirinya, senjata utama yang kelak ia bawa dalam perjalanan kariernya.
Perkenalannya dengan dunia hiburan dimulai ketika ia membuat sejumlah lagu plesetan bernuansa humor. Karya-karya itu kemudian menarik perhatian Mat Solar dari Radio SK yang mengundangnya mengikuti sebuah lomba. Dari sana Mudy mendapatkan ruang siaran sendiri, sekaligus membuka jalan menuju dunia komedi secara profesional.
Ia juga dikenal dengan nama panggung yang unik dan panjang:
John Mudy Taylor Marai Yahya Saladin bin Abi Thalib Marpaung Beibeh sebuah identitas yang kerap memancing tawa bahkan sebelum ia mulai tampil.
Pelopor Komedi Musikal
Mudy Taylor dianggap sebagai salah satu pelopor gaya komedi musikal di Indonesia. Dengan memadukan satir, humor ringan, dan petikan gitar atau ukulele, ia menghadirkan format komedi yang jarang disentuh para komika lain pada masanya. Perpaduan itu menjadikannya mudah dikenali publik dan membangun penggemar lintas generasi.
Di berbagai panggung stand-up dan komedi televisi, nama Mudy Taylor sering muncul sebagai sosok yang menembus batas antara musik dan lawakan, menghadirkan pengalaman pertunjukan yang khas dan sulit ditiru.
Melangkah ke Dunia Film
Popularitasnya di panggung komedi membuka pintu ke dunia seni peran. Mudy Taylor tampil di sejumlah film layar lebar, mulai dari horor komedi hingga film aksi berbalut komedi.
Beberapa film yang menampilkan dirinya antara lain:
Nenek Gayung (2012)
Comic 8 (2014)
Comic 8: Casino Kings (2015)
Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss! Part 1 (2016)
Takut Kawin (2018)
EL (2018)
R: Raja, Ratu & Rahasia (2018)
Jaran Goyang (2018)
Melalui sejumlah judul itu, Mudy membuktikan bahwa dirinya tak hanya piawai melontarkan humor, tetapi juga mampu menyesuaikan diri dengan berbagai karakter dan genre film.
Jejak yang Tinggal
Kepergian Mudy Taylor meninggalkan ruang kosong bagi penggemar dan rekan-rekan komedian. Gaya komedi musikal yang ia pelopori tetap menjadi warisan kreatif yang menginspirasi komika-generasi berikutnya. Di mata publik, Mudy Taylor bukan hanya komedian, tetapi juga seniman yang menabrak batas dan berani menciptakan gaya baru.
Hingga berita ini diturunkan, keluarga belum merilis pernyataan resmi mengenai penyebab wafatnya. Namun linimasa media sosial dipenuhi ungkapan duka dan kenangan lucu para penggemar yang tumbuh bersama karya-karyanya. (Cha)






