Komisi IX DPR Dorong Percepatan SPPG di Banten

Komisi IX DPR Dorong Percepatan SPPG di Banten

TANGERANG, Matanews — Anggota Komisi IX DPR RI, Tubagus Haerul Jaman, menekankan pentingnya percepatan pembentukan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Provinsi Banten agar seluruh anak sekolah dan penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat memperoleh layanan makanan secara merata dan berkelanjutan.

Ia menyebutkan bahwa pembangunan dapur MBG di sejumlah wilayah telah direncanakan dan sebagian sudah terealisasi, khususnya di Kota Serang. Namun, ia menekankan pentingnya percepatan operasional agar manfaat program dapat segera dirasakan masyarakat.

DPR

“Khusus di Kota Serang, pembangunan dapur MBG telah direncanakan dan sebagian sudah terealisasi di berbagai wilayah. Kami berharap dapur yang sudah dibangun dapat segera beroperasi optimal,” kata Tubagus Haerul Jaman dalam keterangannya di Tangerang, Rabu (11/2/2026).

Menurutnya, pemerintah melalui program strategis nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) terus melakukan sosialisasi bersama Komisi IX DPR RI untuk memastikan program berjalan sesuai tujuan. Program MBG dinilai sebagai fondasi penting dalam menciptakan generasi muda yang sehat, kuat, dan berkualitas menuju terwujudnya Generasi Emas Indonesia.

Herul Jaman menegaskan, pemenuhan gizi yang merata dan berkelanjutan bukan hanya berdampak pada kesehatan individu, tetapi juga berpengaruh langsung terhadap kualitas sumber daya manusia Indonesia dalam jangka panjang.

“Asupan makanan bergizi memiliki peranan penting dalam mendukung tumbuh kembang anak serta meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat secara keseluruhan,” ujarnya.

Ia juga mengajak masyarakat Banten untuk ikut mengawal pelaksanaan program MBG agar berjalan transparan dan tepat sasaran. Pengawasan publik dinilai penting untuk meminimalisir kendala di lapangan dan memastikan keberlanjutan program.

“Pengawasan bersama sangat penting untuk meminimalisir berbagai kendala di lapangan. Apabila ditemukan hal-hal yang belum sesuai, diharapkan segera dilakukan koordinasi dengan pihak terkait agar program ini terus berjalan dengan baik,” katanya.

Sementara itu, Gubernur Banten Andra Soni menyampaikan bahwa hingga saat ini hampir seribu SPPG telah terbangun di Provinsi Banten. Fasilitas tersebut telah melayani sekitar 2,5 juta penerima manfaat dari target total 3,5 juta penerima.

Menurut Andra, Program MBG tidak hanya berdampak pada peningkatan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga menggerakkan roda perekonomian daerah, khususnya sektor usaha mikro dan pertanian.

“Program MBG menghidupkan usaha ekonomi kecil masyarakat. Pembangunan irigasi untuk ketahanan pangan juga berdampak pada peningkatan produksi pertanian. Provinsi Banten saat ini berada di peringkat delapan lumbung padi nasional,” ujar Andra Soni.

Program MBG dan percepatan pembangunan SPPG diharapkan menjadi instrumen strategis dalam membangun ketahanan gizi, memperkuat ekonomi lokal, serta menyiapkan generasi muda Banten sebagai bagian dari fondasi pembangunan nasional jangka panjang. [Int]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *