KONI Bidik Olimpiade, Muaythai Digenjot!

KONI Bidik Olimpiade, Muaythai Digenjot!

LaNyalla Terpilih Aklamasi di Munas IV PB Muaythai Indonesia

Jakarta, Matanews — Musyawarah Nasional (Munas) ke-IV Pengurus Besar Muaythai Indonesia (PB MI) menetapkan kembali AA LaNyalla Mahmud Mattalitti sebagai Ketua Umum untuk masa bakti 2026–2030. Ia terpilih secara aklamasi dalam forum yang berlangsung di Hotel Bidakara, Jakarta, Jumat, 10 April 2026.

Pemilihan berlangsung tanpa dinamika berarti. Seluruh Pengurus Provinsi (Pengprov) Muaythai Indonesia menyatakan dukungan bulat terhadap LaNyalla, mencerminkan tingkat konsolidasi organisasi yang dinilai kian solid dalam beberapa tahun terakhir.

Munas tersebut dibuka oleh Wakil Ketua Umum II Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat masa bakti 2023–2027, Mayjen TNI (Purn.) Soedarmo. Dalam kesempatan yang sama, ia juga mengukuhkan LaNyalla bersama jajaran pengurus harian PB MI yang baru.

Koni
KONI Bidik Olimpiade, Muaythai Digenjot!

Konsolidasi Organisasi dan Agenda Prestasi

Dalam pidato usai penetapan, LaNyalla menegaskan bahwa periode kepemimpinannya ke depan akan difokuskan pada penguatan tata kelola organisasi serta peningkatan prestasi atlet di level nasional dan internasional.

Ia menekankan pentingnya integritas seluruh elemen organisasi. Menurut dia, Muaythai Indonesia tidak boleh dijadikan alat kepentingan pribadi ataupun kelompok.

“Fokus kita adalah memperkuat tata kelola, menjaga soliditas, dan meningkatkan prestasi atlet. Semua harus bergerak dalam satu komando dengan menjunjung tinggi integritas,” ujar LaNyalla.

Sebagai bagian dari penguatan sistem organisasi, PB MI telah membentuk Badan Yudisial yang terdiri atas Komite Disiplin, Komite Banding, dan Komite Etik. Struktur ini merupakan implementasi dari perubahan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) yang sebelumnya disahkan melalui Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub).

Langkah tersebut dimaksudkan untuk memastikan penegakan aturan berjalan tegas dan transparan, sekaligus menjaga kredibilitas organisasi di tengah meningkatnya tuntutan profesionalisme dalam olahraga prestasi.

Koni
KONI Bidik Olimpiade, Muaythai Digenjot!

Target Agenda Nasional dan Internasional

Selain penguatan internal, LaNyalla juga menyoroti sejumlah agenda strategis yang akan menjadi fokus PB MI dalam waktu dekat. Di antaranya adalah persiapan menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) Beladiri, Kejuaraan Nasional 2026, hingga SEA Games Malaysia 2027.

Menurut dia, pembinaan atlet harus dilakukan secara berjenjang dan terukur, dengan dukungan penuh dari pengurus pusat hingga daerah.

“Munas ini menjadi momentum untuk kembali menyatukan langkah. Kita harus fokus pada pembinaan atlet agar mampu bersaing di tingkat regional dan global,” katanya.

Harapan KONI: Menuju Olimpiade 2032

Wakil Ketua Umum II KONI Pusat, Soedarmo, menilai proses aklamasi yang berlangsung cepat menunjukkan kuatnya dukungan daerah terhadap kepemimpinan LaNyalla. Ia menyebut soliditas tersebut sebagai modal penting untuk mendorong prestasi Muaythai Indonesia.

“Ini menunjukkan organisasi berjalan solid. Tinggal bagaimana soliditas ini diterjemahkan dalam pembinaan yang terarah dan berkelanjutan,” ujarnya.

Soedarmo menekankan bahwa tujuan akhir dari pembinaan olahraga adalah melahirkan atlet yang mampu berprestasi di tingkat dunia. Ia secara khusus menyinggung peluang Muaythai untuk berkontribusi dalam target besar Indonesia di ajang multievent internasional.

“Kita berharap Muaythai bisa ikut menyumbang prestasi di Olimpiade, termasuk menuju Australia 2032. Ini bagian dari target pemerintah agar Indonesia masuk peringkat 10 dunia,” kata dia.

Ia juga menggarisbawahi pentingnya sinergi antara pengurus pusat dan daerah sebagai kunci keberhasilan pembinaan.

“Bangun komunikasi dan sinergitas yang kuat. Jika itu terjaga, Muaythai akan menjadi cabang olahraga yang disegani,” ujarnya.

Dinamika Regulasi dan Jalannya Munas

Munas IV PB MI diselenggarakan dengan mengacu pada hasil perubahan AD/ART yang memungkinkan pelaksanaan pemilihan ketua umum di akhir masa bakti tanpa harus mengikuti ketentuan tenggat undangan 30 hari sebelumnya. Ketentuan ini berlaku sepanjang pelaksanaan Munas diminta langsung oleh anggota.

Perubahan regulasi tersebut sebelumnya telah disahkan dalam Munaslub yang digelar atas permintaan anggota melalui forum Rapat Kerja Nasional (Rakernas).

Dengan landasan aturan baru itu, Munas kali ini dapat berlangsung lebih fleksibel tanpa mengurangi legitimasi keputusan yang dihasilkan.

Momentum Konsolidasi Nasional

Secara keseluruhan, Munas IV PB Muaythai Indonesia menjadi titik konsolidasi penting bagi organisasi. Dukungan aklamasi terhadap LaNyalla menandai kepercayaan penuh daerah terhadap arah kepemimpinan yang dinilai mampu menjaga stabilitas sekaligus mendorong prestasi.

Di tengah meningkatnya persaingan olahraga internasional, Muaythai Indonesia kini dihadapkan pada tantangan untuk membuktikan kapasitasnya tidak hanya sebagai organisasi yang solid, tetapi juga sebagai kekuatan baru dalam peta olahraga dunia.

Dengan agenda pembinaan yang lebih terstruktur dan target jangka panjang menuju Olimpiade 2032, kepemimpinan LaNyalla akan diuji dalam menerjemahkan dukungan politik organisasi menjadi prestasi konkret di arena pertandingan. (Wly)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *