Konsolnas 2026 Gaspol Reformasi Pendidikan

Konsolnas 2026, Pendidikan Tancap Gas

JAKARTA, MatanewsKementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi membuka rangkaian Konsolidasi Nasional (Konsolnas) 2026 sebagai langkah strategis untuk memperkuat sinergi antarsatuan kerja sekaligus menghadirkan ruang inspirasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan dasar dan menengah yang merata, bermutu, dan berkeadilan.

Pembukaan Konsolnas 2026 yang digelar di Gedung PPSDM Kemendikdasmen, Depok, Jawa Barat, Senin (9/2/2026), menjadi momentum penting dalam menyatukan langkah seluruh pemangku kepentingan pendidikan, mulai dari pemerintah pusat, daerah, hingga mitra pembangunan, untuk mendorong transformasi pendidikan nasional yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq, mengatakan Konsolnas 2026 tidak hanya menjadi ajang konsolidasi internal, tetapi juga wahana untuk menampilkan capaian inovasi serta praktik baik pelaksanaan kebijakan pendidikan dasar dan menengah. Melalui forum ini, diharapkan terjadi pertukaran gagasan dan pengalaman yang memperkaya perspektif dalam merumuskan kebijakan pendidikan ke depan.

“Banyak praktik baik yang sudah dilakukan kementerian dan ini momen yang sangat baik untuk mengomunikasikannya. Kami mendorong para peserta dari daerah dan mitra pendidikan untuk berkunjung agar terjadi proses transformasi pengetahuan dan pertukaran informasi,” ujar Fajar.

Menurutnya, berbagai kebijakan yang telah berjalan dengan baik perlu terus disosialisasikan secara lebih mendalam kepada para pemangku kepentingan, sehingga implementasinya di daerah dapat berlangsung lebih efektif, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan peserta didik.

Fajar menekankan, keberagaman stan dalam pameran yang menyertai rangkaian Konsolnas mencerminkan komitmen kuat Kemendikdasmen dalam memperluas partisipasi semesta dan memperkuat kolaborasi lintas sektor.

“Tanpa semangat gotong-royong dan kebersamaan, susah rasanya kita bisa mencapai tujuan besar pendidikan nasional. Pameran ini adalah bukti nyata komitmen kita untuk menghadirkan pendidikan bermutu untuk semua,” katanya.

Pameran tersebut menampilkan beragam inovasi, program unggulan, serta praktik baik dari berbagai unit kerja di lingkungan Kemendikdasmen, sekaligus membuka ruang dialog antara pembuat kebijakan, pelaksana di lapangan, dan mitra pembangunan.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, mengungkapkan bahwa pameran Konsolnas 2026 juga melibatkan mitra pembangunan internasional. Di antaranya adalah program kerja sama pemerintah Indonesia dengan pemerintah Australia melalui Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (Inovasi), kerja sama Kemendikdasmen dengan Save the Children melalui Kolaborasi untuk Edukasi Anak Indonesia (Kreasi), serta dukungan dari Tanoto Foundation.

“Kami berharap pameran ini menjadi ruang interaksi dan belajar bagi para peserta untuk berdialog, berbagi pengalaman, serta memperkuat pemahaman dalam mengimplementasikan kebijakan secara lebih efektif dan berkelanjutan,” ujar Suharti.

Selain menjadi pusat informasi kebijakan dan inovasi, pameran Konsolnas 2026 juga menghadirkan sisi humanis melalui kehadiran gerai layanan Unit Layanan Terpadu (ULT) serta partisipasi Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemendikdasmen. Kehadiran kedua unsur ini diharapkan dapat memberikan kenyamanan sekaligus mempererat kebersamaan di tengah padatnya agenda konsolidasi.

“Mudah-mudahan stan ini tidak hanya memiliki makna edukasi dan komunikasi, tapi juga memberikan makna rekreasi bagi para peserta,” kata Suharti.

Rangkaian Konsolnas 2026 diharapkan menjadi tonggak penting dalam memperkuat tata kelola pendidikan dasar dan menengah yang responsif terhadap dinamika zaman. Melalui sinergi, kolaborasi, dan pertukaran praktik baik, Kemendikdasmen optimistis transformasi pendidikan yang merata, bermutu, dan berkeadilan dapat semakin dipercepat di seluruh pelosok Tanah Air.[Int]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *