Korsabhara Baharkam Polri Perkuat Citra Humanis Lewat Pelatihan Public Speaking
Korsabhara Baharkam Polri Perkuat Citra Humanis Lewat Pelatihan Public Speaking
JAKARTA, Matanews — Korps Sabhara (Korsabhara) Baharkam Polri sukses menyelenggarakan Pelatihan Public Speaking bagi personel Polwan, PNS, dan anggota Bhayangkari di Aula Samapta Reksabaya Adipradana, Selasa (10/2/2026). Kegiatan ini menjadi langkah strategis institusi dalam memperkuat kualitas keterampilan komunikasi publik guna membangun citra Polri yang lebih humanis dan profesional di tengah masyarakat.

Pelatihan tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Bhayangkari Cabang 03 Korsabhara Baharkam Polri, Ny. Lucia Ritonga, dengan menghadirkan narasumber ahli di bidang komunikasi kepolisian, Kombes Pol Don G.M. da Costa, S.H., Dipl.Tr., C.PST., M.I.Pol.
Dalam sambutannya, Ny. Lucia Ritonga menekankan pentingnya peran Bhayangkari sebagai pendamping sekaligus representasi institusi Polri di ruang publik. Menurutnya, Bhayangkari memiliki posisi strategis dalam membangun relasi positif antara Polri dan masyarakat.

“Sebagai bagian dari keluarga besar Polri, Bhayangkari memiliki peran strategis dalam membangun relasi positif dengan publik. Melalui kemampuan komunikasi yang santun, jelas, dan menyentuh hati, kita tidak hanya menyampaikan pesan, tetapi juga membangun kedekatan emosional yang memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap Polri,” ujarnya.
Senada dengan itu, Kombes Pol Don G.M. da Costa menegaskan bahwa di era keterbukaan informasi, setiap personel Polri merupakan duta institusi yang membawa citra organisasi dalam setiap interaksi sosial.
“Public speaking adalah alat untuk memenangkan kepercayaan publik. Setiap kata, intonasi, dan gestur harus mencerminkan wibawa sekaligus empati Polri,” tegasnya di hadapan 120 peserta.
Kabagrenmin Korsabhara Baharkam Polri, Kombes Pol Dodi Rahmawan, S.I.K., M.H., dalam laporannya menyampaikan bahwa pelatihan ini diikuti oleh 45 personel Polwan dan PNS serta 65 anggota Bhayangkari. Ia berharap kegiatan ini mampu meningkatkan kepercayaan diri peserta dalam menyampaikan informasi secara efektif, seragam, dan beretika kepada masyarakat.
“Pelatihan ini bukan sekadar membentuk kemampuan berbicara, tetapi membangun karakter komunikasi pelayanan yang profesional, berempati, dan berorientasi pada kepentingan publik,” kata Dodi.
Selama kegiatan, para peserta dibekali berbagai materi praktis, mulai dari teknik vokal, artikulasi, penguasaan panggung, hingga teknik membangun pesan yang persuasif dan komunikatif. Pelatihan ini dirancang untuk dapat diimplementasikan langsung dalam pelayanan kepolisian maupun kegiatan sosial kemasyarakatan.
Kegiatan ditutup dengan sesi simulasi berbicara di depan umum yang melibatkan seluruh peserta, serta dokumentasi bersama sebagai simbol komitmen bersama membangun komunikasi Polri yang lebih terbuka, humanis, dan profesional.[Int]






