Mudik Gratis 2026 DKI Jakarta: 366 Bus Disiapkan, Pendaftaran Dibagi Tiga Kluster
Mudik Gratis KTP Non DKI Bisa Ikut, Kuota Terbatas
JAKARTA, Matanews – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali menggelar Program Mudik Gratis 2026 dengan skala yang lebih besar dibanding tahun sebelumnya. Sebanyak 366 unit bus disiapkan untuk mengangkut ribuan warga yang hendak pulang kampung pada momentum Lebaran tahun ini.
Pendaftaran resmi dibuka sejak 22 Februari 2026 melalui laman mudik gratis.jakarta.go.id. Antusiasme masyarakat terlihat tinggi sejak hari pertama, mencerminkan besarnya kebutuhan transportasi aman dan terjangkau menjelang arus mudik.
Kepala Bidang Angkutan Jalan Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Emanuel Kristanto, menegaskan bahwa program ini memprioritaskan warga ber-KTP DKI Jakarta.
“Program ini memprioritaskan KTP DKI. Namun, kami tetap melayani masyarakat ber-KTP non-DKI jika kuota masih tersedia,” ujar Emanuel, Rabu (25/2/2026).
Skema Pendaftaran dan Persyaratan
Calon peserta diwajibkan mengunggah dokumen berupa KTP dan Kartu Keluarga (KK). Dalam satu KK, maksimal empat orang dapat didaftarkan sebagai peserta mudik.
Untuk menghindari penumpukan saat verifikasi, Pemprov membagi proses pendaftaran ke dalam tiga kluster berdasarkan kota tujuan.
Kluster 1
Tujuan: Solo, Tasikmalaya, Palembang, Madiun, Sragen, Cilacap
Pendaftaran: 22–24 Februari 2026
Verifikasi: 25–27 Februari 2026
Kluster 2
Tujuan: Yogyakarta, Kuningan, Lampung, Tegal, Kebumen, Jombang, Pekalongan
Pendaftaran:25–27 Februari 2026
Verifikasi: 28 Februari–2 Maret 2026
Kluster 3
Tujuan: Wonogiri, Kediri, Malang, Wonosobo, Purwokerto, Semarang, Sidoarjo
Pendaftaran: 28 Februari–2 Maret 2026
Verifikasi:3–5 Maret 2026
Pembagian ini dimaksudkan agar proses administrasi berjalan tertib dan tidak menumpuk dalam satu waktu.
Jadwal Keberangkatan dari Monas
Peserta yang dinyatakan lolos verifikasi akan diberangkatkan dari kawasan Monumen Nasional pada 17 Maret 2026.
Sementara itu, pengiriman sepeda motor pemudik dilakukan sehari sebelumnya, yakni 16 Maret 2026, dari Terminal Pulogadung. Skema ini bertujuan memberikan kenyamanan bagi pemudik yang ingin menggunakan kendaraan roda dua di kampung halaman tanpa harus mengendarainya jarak jauh.

Armada dan Kuota Arus Balik Bertambah
Tahun ini, jumlah armada mudik meningkat signifikan dibandingkan 2025 yang hanya mengoperasikan 293 bus. Untuk arus balik, Pemprov DKI juga menyiapkan 295 unit bus dari 20 kota tujuan dengan total kuota sekitar 11.800 penumpang naik dari 228 bus pada tahun sebelumnya.
Penambahan armada ini merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah untuk menekan penggunaan sepeda motor jarak jauh yang berisiko tinggi kecelakaan, sekaligus mengurangi kepadatan lalu lintas saat puncak arus mudik dan balik.

Upaya Menekan Risiko dan Kemacetan
Program Mudik Gratis tidak semata menjadi fasilitas sosial, melainkan instrumen kebijakan transportasi untuk meningkatkan keselamatan perjalanan. Dengan armada bus yang laik jalan dan diawaki pengemudi profesional, Pemprov berharap perjalanan warga lebih aman dan terorganisasi.
Selain itu, keberangkatan terpusat dari Monas memudahkan pengawasan dan koordinasi antarinstansi, termasuk kepolisian dan petugas kesehatan.
Dengan tambahan armada dan sistem pendaftaran berbasis daring, Pemprov DKI menargetkan pelaksanaan mudik Lebaran 2026 berlangsung lebih tertib, aman, serta mampu menekan risiko kecelakaan dan kemacetan di jalur utama Pulau Jawa dan Sumatera. (Slh)





