Neymar Bertahan di Santos, Menuju Piala Dunia 2026

Neymar junior bertahan di Santos FC

Neymar Bertahan di Santos

SANTOS, MatanewsNeymar da Silva Santos Júnior resmi memperpanjang masa baktinya bersama Santos FC. Keputusan ini sekaligus mengakhiri spekulasi panjang terkait kemungkinan reuni sang penyerang Brasil dengan Lionel Messi, yang belakangan santer dikabarkan akan kembali bermain bersama di Inter Miami.

Kontrak Neymar bersama Santos sejatinya masih berlaku hingga Juni 2026. Namun, kedua belah pihak sepakat menambah durasi kerja sama hingga Desember 2026. Langkah tersebut menegaskan komitmen Neymar untuk tetap berada di Brasil setidaknya hingga berakhirnya Piala Dunia 2026.

Menurut laporan Mundo Deportivo pada Jumat (2/1/2026), pertimbangan utama Neymar bukan semata soal finansial atau popularitas liga, melainkan stabilitas karier dan lingkungan. Ia menilai Santos menawarkan situasi yang lebih kondusif, baik secara mental maupun fisik, dalam fase krusial persiapan menuju Piala Dunia.

Di usia 33 tahun, Neymar masih menyimpan ambisi besar bersama tim nasional Brasil. Turnamen Piala Dunia 2026 diproyeksikan menjadi panggung internasional terakhirnya, sekaligus kesempatan menutup karier dengan prestasi tertinggi yang sejauh ini belum ia raih.

Neymar
Neymar junior bertahan di Santos FC

Bertahan di Santos dinilai memberi Neymar kendali penuh atas ritme permainan, beban kompetisi, serta proses pemulihan kebugaran. Faktor tersebut menjadi krusial, mengingat sang pemain saat ini masih menjalani masa rehabilitasi usai operasi lutut yang memaksanya menepi dalam beberapa bulan terakhir.

Pada musim 2024/2025, Neymar tampil dalam 30 pertandingan bersama Santos di berbagai kompetisi. Meski belum sepenuhnya bebas dari masalah cedera, ia tetap mampu mencatatkan 11 gol dan 4 assist—kontribusi yang menegaskan perannya sebagai poros utama tim.

Keputusan Neymar bertahan juga memupus harapan Inter Miami untuk menduetkannya kembali dengan Messi. Klub Major League Soccer (MLS) itu memang dikenal aktif merekrut pemain-pemain yang memiliki ikatan kuat dengan kapten timnas Argentina tersebut. Sergio Busquets, Jordi Alba, Luis Suarez, hingga Rodrigo De Paul didatangkan untuk membangun ekosistem yang mendukung performa Messi.

Dalam konteks tersebut, rumor kedatangan Neymar ke Miami terasa masuk akal. Keduanya memiliki sejarah panjang, mulai dari Barcelona hingga Paris Saint-Germain. Bersama Luis Suarez, Neymar dan Messi pernah membentuk trio MSN yang menjadi salah satu lini serang paling menakutkan dalam sejarah sepak bola Eropa.

Neymar meninggalkan Barcelona pada 2017 untuk bergabung dengan Paris Saint-Germain dengan nilai transfer fantastis, menjadikannya pemain termahal dunia—rekor yang hingga kini belum terpecahkan. Ia sempat kembali satu tim dengan Messi di PSG, namun kerja sama itu berakhir tanpa trofi Liga Champions.

Kini, dengan perpanjangan kontrak di Santos, Neymar memilih jalur berbeda. Alih-alih mengejar nostalgia atau sorotan komersial di Amerika Serikat, ia menempatkan stabilitas dan kesiapan menuju Piala Dunia sebagai prioritas utama. Keputusan itu sekaligus menegaskan bahwa, setidaknya dalam waktu dekat, reuni Neymar dan Messi hanya akan tetap menjadi cerita masa lalu. (Yor)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *