Operasi Keselamatan Noken 2026 Dimulai, Polda Papua Tengah Bidik Fatalitas Kecelakaan
Operasi Noken Resmi Dimulai
NABIRE, Matanews — Kepolisian Daerah Papua Tengah memulai Operasi Keselamatan Noken 2026 sebagai langkah strategis untuk menekan angka fatalitas kecelakaan lalu lintas di wilayah Papua Tengah. Operasi ini akan berlangsung selama 14 hari, terhitung mulai 2 hingga 15 Februari 2026.
Dimulainya operasi tersebut ditandai dengan apel gelar pasukan yang digelar di Halaman Polres Nabire, Jalan Jenderal Sudirman, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire, Senin (2/2/2026). Apel melibatkan personel gabungan dari Polda Papua Tengah, Polres jajaran, unsur TNI, Dinas Perhubungan Papua Tengah, serta Satpol PP Papua Tengah.

Kepala Biro Operasi Polda Papua Tengah Kombes Pol Adknan Ratmoro mengatakan, Operasi Keselamatan Noken 2026 merupakan langkah responsif kepolisian menyikapi masih tingginya angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas pada tahun sebelumnya.
Berdasarkan data Operasi Keselamatan Noken 2025, tercatat sebanyak 126 pelanggaran lalu lintas dengan dominasi kendaraan roda dua mencapai 191 unit. Selain itu, terjadi 15 kasus kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan enam orang meninggal dunia, tujuh korban luka berat, dan tujuh korban luka ringan, dengan kerugian materiil mencapai Rp103 juta.
“Data ini menunjukkan bahwa tingkat kepatuhan masyarakat masih rendah. Oleh karena itu, pada tahun ini kami mengusung tema terwujudnya kamseltibcarlantas yang aman, nyaman, dan selamat,” ujar Adknan.
Ia menjelaskan, operasi yang melibatkan jajaran Polres Nabire, Mimika, Paniai, dan Puncak Jaya tersebut akan mengedepankan upaya preemtif dan preventif. Namun demikian, penegakan hukum tetap dilakukan secara humanis melalui teguran yang bersifat edukatif.
Adknan merinci, sasaran operasi meliputi pemetaan titik rawan kecelakaan dan pelanggaran, peningkatan sosialisasi secara masif melalui media sosial, serta pemeriksaan kelaikan kendaraan atau ramp check. Selain itu, polisi juga akan menertibkan praktik travel ilegal, khususnya kendaraan berpelat hitam yang digunakan sebagai angkutan umum, serta meningkatkan pengawasan terhadap kendaraan berat.
“Untuk pelanggaran yang berpotensi membahayakan keselamatan, tentu akan dilakukan penindakan tegas sesuai aturan,” katanya.
Sementara itu, Direktur Lalu Lintas Polda Papua Tengah Kombes Pol S Kunto Hartono menambahkan, Operasi Keselamatan Noken 2026 juga menjadi bagian dari persiapan menuju pelaksanaan Operasi Ketupat 2026.
“Tujuan akhirnya adalah mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di Papua Tengah,” ujar Kunto.
Ia berharap, melalui operasi ini angka kecelakaan dapat ditekan secara signifikan, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk tertib berlalu lintas.
“Harapannya, masyarakat mau menerima dan belajar dari edukasi keselamatan lalu lintas yang kami berikan,” ujarnya. (Int)






