Operasi Lilin 2025, Polri Usung Paradigma Baru Pengamanan Nataru
Operasi Lilin 2025, Polri Siap Layani Nataru
JAKARTA, Matanews — Kepolisian Negara Republik Indonesia menegaskan kesiapan penuh dalam mengamankan dan melayani masyarakat selama perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 melalui Operasi Lilin 2025. Operasi tahunan ini tidak lagi semata berorientasi pada kelancaran lalu lintas, tetapi mengusung paradigma baru pelayanan yang menitikberatkan pada kenyamanan sosial dan spiritual masyarakat.
Kesiapan tersebut ditegaskan dalam Rapat Koordinasi Lintas Sektoral yang dipimpin langsung Kapolri bersama Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK). Rapat dihadiri Wakapolri, para wakil menteri terkait, perwakilan Panglima TNI, Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, Danpuspom TNI Mayjen TNI Yusri Nuryanto, Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho, Direktur Utama Jasa Marga Rivan Achmad Purwantono, serta Pelaksana Tugas Direktur Utama Jasa Raharja Dewi Aryani Suzana.

Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo menegaskan bahwa Operasi Lilin merupakan manifestasi kehadiran negara dalam memberikan rasa aman dan pelayanan menyeluruh kepada masyarakat.
“Operasi Lilin bukan semata pengamanan lalu lintas. Ini adalah layanan Polri untuk menjaga kenyamanan sosial dan spiritual masyarakat, agar umat dapat beribadah dengan khusyuk dan merayakan Natal serta Tahun Baru dengan rasa aman dan damai,” ujar Dedi.
Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan, potensi pergerakan masyarakat pada periode Natal dan Tahun Baru 2025–2026 diperkirakan mencapai 119,5 juta orang, meningkat 7,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Puncak arus mudik diprediksi terjadi pada 20 dan 24 Desember 2025, sementara arus balik diperkirakan memuncak pada 28 Desember 2025 dan 4 Januari 2026.

Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, Polri bersama seluruh pemangku kepentingan akan menggelar Operasi Lilin selama 14 hari, mulai 20 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026, dengan melibatkan 146.701 personel gabungan. Selain itu, disiapkan 2.903 pos pengamanan, pos pelayanan, dan pos terpadu guna mengamankan 44.226 objek strategis, mulai dari gereja, terminal, bandara, pelabuhan, pusat perbelanjaan, hingga lokasi perayaan malam pergantian tahun.
Dari sisi kebijakan pendukung, pemerintah menyiapkan berbagai stimulus transportasi untuk mengurai kepadatan, antara lain diskon angkutan laut dan penyeberangan, diskon tiket kereta api hingga 30 persen, serta diskon tiket pesawat sebesar 13–14 persen pada periode 22 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026. Polri juga menyiapkan rekayasa lalu lintas berupa ganjil-genap, contraflow, dan one way yang akan diterapkan secara situasional dan terkoordinasi.
Layanan hotline Polri 110 akan dioptimalkan mulai (22/12/2025) sebagai sarana pengaduan dan pelaporan masyarakat. Wakapolri menekankan bahwa pelayanan selama Nataru harus mengedepankan kecepatan respons, empati, serta kepastian tindak lanjut.
Selain aspek keamanan dan lalu lintas, pengamanan Nataru tahun ini memberi perhatian khusus pada antisipasi bencana alam, seiring prediksi BMKG terkait peningkatan curah hujan ekstrem di sejumlah wilayah. Seluruh jajaran Polri diinstruksikan memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan meningkatkan kesiapsiagaan langkah kontinjensi.
Polri menegaskan bahwa seluruh rangkaian pengamanan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 merupakan wujud nyata kehadiran negara melalui sinergi lintas sektor, demi memastikan masyarakat dapat merayakan hari besar keagamaan dan pergantian tahun dengan aman, nyaman, dan penuh ketenangan.(Int)





