Pakistan Tewaskan 145 Militan Separatis dalam Pertempuran 2 Hari

Pasukan keamanan Pakistan menewaskan sedikitnya 145 militan separatis dalam rangkaian pertempuran selama sekitar 40 jam di Provinsi Balochistan.

Pakistan Tewaskan 145 Militan Separatis

ISLAMABAD, Matanews — Pasukan keamanan Pakistan menewaskan sedikitnya 145 militan separatis dalam rangkaian pertempuran selama sekitar 40 jam di Provinsi Balochistan. Bentrokan ini menyusul gelombang serangan bersenjata dan bom yang terkoordinasi di wilayah tersebut, yang menewaskan hampir 50 orang pada akhir pekan.

Seperti dilaporkan Reuters, Senin (2/2/2025), pertempuran pecah setelah kelompok separatis melancarkan serangan serentak di berbagai titik di Balochistan, provinsi yang selama puluhan tahun dilanda pemberontakan bersenjata. Wilayah ini dikenal kaya sumber daya alam dan memiliki posisi strategis karena berbatasan langsung dengan Iran dan Afghanistan.

Otoritas setempat menyebut eskalasi kekerasan kali ini sebagai salah satu yang paling mematikan dalam beberapa tahun terakhir. Kelompok separatis dilaporkan meningkatkan intensitas serangan terhadap pasukan keamanan, warga sipil, serta infrastruktur publik.

Pakistan
Pasukan keamanan Pakistan menewaskan sedikitnya 145 militan separatis dalam rangkaian pertempuran selama sekitar 40 jam di Provinsi Balochistan.

Dalam serangan terkoordinasi yang terjadi pada Sabtu (31/1/2026) waktu setempat, para penyerang menyasar lokasi-lokasi sipil. Dengan menyamar sebagai warga biasa, mereka memasuki rumah sakit, sekolah, bank, dan pasar sebelum melepaskan tembakan secara brutal.

Menteri Dalam Negeri junior Pakistan, Talal Chaudhry, mengatakan para pelaku secara sengaja memanfaatkan penyamaran untuk menghindari deteksi aparat keamanan.

“Dalam setiap kasus, para penyerang datang dengan berpakaian seperti warga sipil dan secara membabi-buta menargetkan orang-orang biasa yang bekerja di toko-toko,” ujar Chaudhry.

Ia juga menuding para militan menggunakan warga sipil sebagai tameng manusia untuk melancarkan aksinya, sebuah taktik yang menurut pemerintah semakin sering digunakan dalam konflik di Balochistan.

Kelompok separatis terlarang Tentara Pembebasan Baloch (Baloch Liberation Army/BLA) mengklaim bertanggung jawab atas rangkaian serangan mematikan tersebut. Dalam pernyataannya, BLA menyebut operasi itu sebagai “Herof” atau “badai hitam”, yang diklaim menargetkan pasukan keamanan Pakistan di berbagai wilayah Balochistan secara bersamaan.

Pemerintah Pakistan menyatakan operasi militer balasan akan terus dilanjutkan guna menumpas jaringan separatis bersenjata. Aparat keamanan juga meningkatkan pengamanan di fasilitas umum dan jalur transportasi, menyusul kekhawatiran akan serangan lanjutan.

Konflik di Balochistan sendiri berakar pada tuntutan kelompok separatis yang menuding pemerintah pusat mengeksploitasi sumber daya alam wilayah tersebut tanpa memberikan manfaat yang adil bagi masyarakat lokal. Meski berbagai operasi militer telah dilakukan selama bertahun-tahun, kekerasan bersenjata di provinsi itu belum menunjukkan tanda mereda.(Zee)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *