Pencarian Korban Longsor Bandung Barat Diperluas
Longsor Bandung Barat, Alat Berat Ditambah
BANDUNG BARAT, Matanews — Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap korban longsor di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, kembali dilanjutkan dengan memperluas area pencarian serta menambah pengerahan alat berat. Operasi lanjutan tersebut dilakukan pada Senin (2/2/2026). dengan fokus utama menemukan enam korban yang hingga kini masih dinyatakan hilang.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari mengatakan, operasi SAR hari ini dimulai sejak pukul 08.00 WIB. Tim SAR gabungan memusatkan pencarian pada titik-titik prioritas yang diduga menjadi lokasi tertimbunnya korban.
Dalam operasi tersebut, tim SAR mengerahkan sedikitnya 18 unit alat berat untuk membuka dan menyisir material longsoran yang menutup akses serta permukiman warga. Alat berat digunakan untuk mempercepat pembukaan jalur sekaligus memindahkan timbunan tanah dan bebatuan yang cukup tebal.
Abdul menyebutkan bahwa kondisi cuaca masih menjadi tantangan dalam proses pencarian. Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih kerap turun di lokasi bencana, sehingga meningkatkan potensi longsor susulan dan memperlambat kerja personel di lapangan.
Meski demikian, Abdul menegaskan kondisi tersebut tidak menyurutkan upaya pencarian. Tim SAR gabungan yang saat ini berjumlah sekitar 3.229 personel dari berbagai unsur tetap bekerja secara maksimal dengan mengutamakan keselamatan.
“Personel yang terlibat berasal dari berbagai unsur, mulai dari TNI, Polri, Basarnas, BNPB, BPBD, relawan, hingga masyarakat setempat,” kata Abdul.
Sementara itu, berdasarkan pembaruan data pengungsian, kondisi di sejumlah wilayah terdampak mulai berangsur membaik. Sebanyak 517 jiwa dilaporkan telah kembali ke rumah masing-masing setelah area permukiman dinyatakan relatif aman.
Adapun warga yang masih bertahan di lokasi pengungsian tercatat sebanyak 159 jiwa dari 49 kepala keluarga. Mereka masih memilih tinggal di tempat pengungsian karena rumahnya rusak atau berada di zona rawan.
Untuk memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi, BNPB telah menyalurkan berbagai bantuan logistik. Bantuan tersebut meliputi paket sembako, makanan siap saji, matras, selimut, perlengkapan kebersihan, toilet portabel, genset, serta pompa air. BNPB memastikan dukungan logistik akan terus disesuaikan dengan perkembangan situasi di lapangan.[Red]






