Polda Metro Jaya Siagakan 115 Personel, Pengamanan Imlek Diperketat

Polda Metro Jaya (Ist)

Polisi Siaga Total Amankan Imlek Jakarta

JAKARTA, Matanews Polda Metro Jaya mengerahkan ratusan personel untuk mengamankan rangkaian perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili yang jatuh pada Selasa, 17 Februari 2026. Langkah ini dilakukan guna memastikan perayaan berlangsung aman, tertib, dan khidmat di tengah meningkatnya aktivitas masyarakat di sejumlah titik ibadah dan lokasi festival.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Budi Hermanto, mengatakan sebanyak 155 personel diterjunkan dalam operasi pengamanan tersebut. Rinciannya terdiri atas satu satuan setingkat kompi (SSK) Direktorat Samapta sebanyak 75 personel serta satu SSK Satuan Brigade Mobil (Satbrimob) berjumlah 80 personel.

“Polda Metro Jaya mengerahkan 155 personel, terdiri atas 1 SSK Dit Samapta sebanyak 75 personel dan 1 SSK Satbrimob sebanyak 80 personel,” ujar Budi dalam keterangannya di Jakarta, Senin (16/2/2026).

Imlek
Imlek (Ist)

Pengamanan Terbuka dan Tertutup

Menurut Budi, pola pengamanan dilakukan secara terbuka dan tertutup. Petugas ditempatkan di sejumlah vihara dan klenteng yang menggelar ibadah malam pergantian tahun, sekaligus di lokasi-lokasi yang menjadi pusat perayaan masyarakat.

Selain penjagaan statis, kepolisian juga meningkatkan patroli di wilayah rawan, pusat keramaian, serta jalur-jalur menuju tempat ibadah. Skema ini dirancang untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan, kemacetan lalu lintas, maupun kerawanan lainnya.

“Kami juga melaksanakan apel kesiapsiagaan personel, sterilisasi lokasi sebelum pelaksanaan ibadah, pengaturan lalu lintas, serta memperkuat koordinasi dengan pengurus tempat ibadah dan instansi terkait,” kata Budi.

Sterilisasi dilakukan untuk memastikan area ibadah bebas dari benda mencurigakan. Aparat Brimob turut dilibatkan dalam langkah deteksi dini dan pengamanan perimeter luar. Sementara itu, Direktorat Lalu Lintas disiagakan untuk mengurai kepadatan kendaraan di sekitar lokasi perayaan.

Polisi
Polisi (Ist)

Sinergi dan Pendekatan Humanis

Pengamanan Imlek tahun ini, kata Budi, mengedepankan pendekatan humanis. Personel diinstruksikan untuk memberikan rasa aman sekaligus pelayanan kepada masyarakat yang hendak beribadah maupun menikmati perayaan.

Koordinasi juga dilakukan dengan pengurus vihara, tokoh masyarakat, serta pemerintah daerah guna memastikan setiap rangkaian acara berjalan sesuai jadwal dan standar keamanan. Kepolisian mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga ketertiban umum dan mematuhi arahan petugas di lapangan.

Imlek Festival Perdana di Lapangan Banteng

Selain pengamanan tempat ibadah, perhatian aparat juga tertuju pada penyelenggaraan Imlek Festival 2026 yang untuk pertama kalinya digelar pemerintah pada 17 Februari hingga 3 Maret 2026 di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat.

Festival yang mengusung tagline “Harmoni Nusantara” ini dirancang sebagai perayaan terbuka dan inklusif bagi masyarakat luas. Beragam agenda disiapkan, mulai dari Festival Lentera, pasar kuliner akulturasi, museum terbuka budaya Tionghoa, hingga Parade Imlek Nusantara dengan atraksi barongsai.

Puncak perayaan akan menampilkan atlet nasional cabang silat dan wushu, sebagai simbol pertemuan budaya dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika. Pemerintah berharap kegiatan ini memperkuat semangat inklusivitas, keberagaman, dan kerukunan antarumat beragama.

Barongsai
Barongsai (Ist)

Aktivasi Nasional di Berbagai Kota

Imlek Festival 2026 tak hanya terpusat di Jakarta. Sejumlah kota seperti Singkawang, Palembang, Solo, Semarang, Manado, Makassar, Surabaya, Medan, Bogor, Batam, dan Pontianak juga menggelar aktivasi nasional dengan menampilkan kekhasan budaya Imlek daerah masing-masing.

Kehadiran aparat keamanan di berbagai titik tersebut menjadi bagian dari upaya preventif untuk menjaga stabilitas selama rangkaian perayaan berlangsung. Dengan peningkatan mobilitas masyarakat dan besarnya skala acara, pengamanan terpadu dinilai menjadi kebutuhan mendesak.

Di tengah semarak lampion dan denting tambur barongsai, aparat berharap perayaan Imlek 2026 menjadi momentum kebersamaan tanpa gangguan berarti. Polisi memastikan, seluruh personel yang diturunkan akan bersiaga hingga seluruh rangkaian kegiatan selesai.

“Tujuan kami sederhana. Masyarakat dapat beribadah dan merayakan Imlek dengan aman, nyaman, dan penuh sukacita.” Pungkasnya. (Yor)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *